Minggu, 24 Juni 2012

BUDIDAYA ADENIUM sp


Nama adenium meroket sejak ditemukannya hibrida-hibrida baru dengan bentuk dan warna bungan yang beraneka. Masyarakat Indonesia yang sebelumnya hanya mengenal adenium dengan bungan warna merah, kini terpesona oleh warna-warna lain. Hingga kini sudah tercatat lebih dari 100 warna adenium yang semuanya indah menawan. Dengan proses kawin silang, pada masa yang akan datang kan lahir adenium-adenium baru yang jumlahnya mungkin tak terbatas.
Seperti halnya yanaman hias lain, adenium juga menjadi komoditas dengan nilai ekonomi tinggi. Sebatang adenuim bersosok kompak dengan bunga-bunga ungu memenuhi rantingnya bisa berharga puluhan juta rupiah. Adeniumpun banyak dipilih sebagai barang antaran atau parsel untuk dikirimkan kepada kolega, rekan, orang-orang dekat atau keluarga pada hari-hari tertentu, seperti hari raya Idul Fitri dan Natal.
Tidak di ketahui secara pasti kapan adenium masuk ke Indonesia. Namun sejak dekade 1960-an, adenium sudah dikenal di negeri ini sebagai tanaman hisa. Sejak saat itu, tanaman tersebut langsung mendapat nama kamboja jepang dan ada pula yang menyebutnya kamboja taiwan.
Di Indonesia umumnya adenium berbunga merah dengan bagian dalam mahkotanya berwarna pink. Sampai pertengahan deklade 1990-an masyarakat hanya mengetahui bahwa adenium berwarna merah seperti di jelaskan diatas.
Namun pada akhir dekade 1990-an atau menjelang datangnya milenium ketiga, masyarakat penggemar tanaman hias di Indonesia mendapati kenyataan bahwa adenium ternyata tidak hanya berwarna seperti yang ada selam ini.
Adalah pemilik nursey, salah satunya. Chandra Gunawan dari Godong Ijo Nursey, yang memperkenalkan adenium dengan warna dan bentuk bunga yang bervariasi. Variasinya tidak hanya belasan, tetapi juga puluhan. Para pemilik nursey pada umumnya mendatangkan dari Thailand dan Taiwan.
Sejak diperkanal dengan berbagai variasi bungan tersebut, di Indonesia terjadi booming adenium. Permintaan adenium dari masyarakat melonjak karena fungsinya tidak hanya sebagai tanaman hias, tetapi juga bisa sebagai pengisi parsel atau antaran pada hari raya keagamaan. Konsekuwensinya, harga adeniumpun ikut meroket. Harga parsel adenium per unitnya dari Rp. 100 ribu sampai puluhan juta rupiah.
II. SYARAT TUMBUH
1. Tempat
Adenium menyukai tempat terbuka yang mendapat sinar matahari penuh sepanjang hari, seperti halaman atau pekarangan rumah yang tak ternaungi, di pot yang diletakkan di tempat yang mendapat sinar matahari. Jika ditempatkan didalam ruangan sebagai tanaman hias indoor,adenium harus sering dikeluarkan agar mendapat sinar matahari.
2. Keadaan Tanah
Adenium dapat tumbuh di tanah dengan segala kondisi, nahkan di tanah marginal yang kurang subur sekalipun. Namun pertumbuhan terbaik adalah di tanah yang mengandung unsur hara dengan struktur porous dengan tingkat keasaman atau pH antara 5,5-6,5.
III. MORFOLOGI DAN CARA PERBANYAKAN ADENIUM
1. Morfologi/ Penampilan fisik adenium
a. Sosok tanaman.
- ada yang berbentuk pohon dengan ketinggian mencapai 3 meter, ada pula yang hanya berbentuk semak dengan tinggi maksimal 1 meter.
- Batang semua adenium sama, yakni memiliki cadangan air berbentuk bonggol di pangkal batangnya.
b. Daun.
- Bentuk:
Ada yang langsing memanjang atau berbentuk lanset dan berujung lancip. Ada yang oval membulat di bagian ujungnya. Meskipun kebanyakan tipis, ada daun adenium yang tebal seperti daun kalancgoe atau cocor bebek.
- Warnanya : hijau tua, hijau pupus, kemerah-merahan, kuning, variegeta (hijau dengan belang-belang kuning pucat atau putih)
- Permukaan daun : umumnya halus, ada yang berbulu.
c. Bunga.
- Bentuk : terompet, mahkota bungan bervariasi dari bentuk bintang, ujung mahkota terpotong atau membulat, sampai yang bergerigi.
- Corak: ada polos, strip di bagian dalamnya dan bergaris di bagian ujung mahkota.
- Warna : dilihat dari gradiasinya, warna bunga adenium berpuluh-puluh macam. Ada yang putih bersih, putih dengan sapuan kuning pucat di bagian dalam, merah dalam berbagai gradiasi dari merah mudfa sampai merah hati ungu dalam berbagai gradiasinya.
- Bau : Umumnya tidak berbau, tetapi belakangan dilaporkan di Amerika Serikat ditemukan hibrida dengan bungan yang berbau wangi, yang merupakan sebuah terobosan rekayasa genetika yang pasti akan meningkatkan pamor adenium.
2. Cara Perbanyakan
a. Cara Generatif
- Perbanyakan tanaman melaui perkawinan (hasil penyerbukan putik/ organ betinaoleh serbuk sari/organ janmtan). Penyerbukanb menghasilkan buah yang didalamnya terdapat biji yang dapat ditanam.
- Kelebihan :
· mudah dilakukan, daya tumbuh biji-biji adenium sangat tinggi.
· Dapat dihasilkan tanaman dalam jumlah yang banyak.
· Dihasilkan tanaman berbonggol (besar yang menambah keindahan penampilan adenium.
- Kekurangan :
· Kemungkinan terjadi penyimpangan sifat dari induknya.
· Tanaman baru berbunga setelah berumur minimum 1 tahun.
b. Secara Vegetatif
- Perbanyakan tanaman di luar perkawinan, Yaitu :
^ Setek
Pemisahan atau pemotongan beberapa bagian tanaman (daun, batang, akar) agar bagian-bagian tersebut membentuk akar yang akan menjadi tanaman baru. Untuk adenium setek yang dapat dilakukan adalah setek cabang dan akar.
^ Cangkok/ air layerage/aerial layering.
Yaitu melukai cabang tanaman dan menutupnya dengan media cangkok, sehingga dari luka tersebut keluar akar. Bagian yang dicangkok masih menyatu dengan tanaman induknya sebelum akar keluar, sehingga keberhasilan cangkok lebih tinggi. Cangkok yang dapat dilakukan pada adenium adalah cangkok sayat, cangkok belah.
^ Graffing/enten/sambung pucuk.
Penggabungan batang baewah dsan batang atas dari tanaman yang berbeda, sehingga tercapai persenyawaan dan kombinasi yang akan tumbuh terus menjadi tanaman baru.
c. Hibridiasi
Yaitu menciptakan adenium jenis beru hingga memperoleh bunga lebih indah, besar dan lebat guna mempercantik penampilan adenium . Menyilangkan antar spesies adenium prosesnya sama dengan membantu menyerbukan adenium secara generatif. Biasanya dari puluhan tanaman silang ini akan muncul tanaman-tanaman yang mewarisi sifat-sifat unggul kedua tanaman induk, sehingga semakin cantiklah penampilannya.
IV. BUDIDAYA ADENIUM
1. Persiapan bibit
Bibit dapat diperoleh dari perbanyakan secara generatif (biji) atau vegetatif (setek, cangkok dan sambung).
2. Persiapan media tanam
a. Tanah
- membuat lubang tanam ukuran 30 x 30 x 30 cm
- lubang dibiarkan terbuka agar mendapat sinar matahari minimum 2 minggu.Agar semua bibit penyakit dan hama mati.
- lubang tanam diurug menggunakan tanah bagian atas (top soil) yang dicampur dengan pupuk kandang dengan perbandingan yang sama.
- Bibit siap ditanam.
b. Pot.
- komposisi media tanam
pasir bangunan : pupuk kandang : sekam padi
2 : 2 : 1
Atau
Serbuk sabut kelapa : pupuk kandang : pecahan arang
2 : 1 : 1
Media tanam dimasukkna dalam pot setelah dasar pot yang berlubang ditutup dengan pecahan genting atau kerikil agar media tanam tidak lolos keluar saat disiram air.
- Bibit adenium siap ditanam
3. Pemupukan
Pemupukan perlu dilakukan karena jumlah unsur hara yang terdapat di dalam tanah atau media tanam terbatas. Adenium termasuk tanaman yang tidak raku dalam menyerap unsur hara, sehingga kebutuhan pupuknya relatif sedikit. Hal ini disebabkan habitata aslinya, tanaman ini hanya hidup di lapisan tanah tandus berpasir yang sangat tipis dan miskin unsur hara. Karenanya adenium termasuk tanamn tang pertumbuhannya lambat, terutama bila dibandingkan dengan tanaman dari hutan tropis.
Adenium adalah tanaman yang peka terhadap kelebihan pupuk karena pada dasarnya tanaman ini tidak banyak membutuhkan pupuk. Pemberian pupukyang berlebihan akan mengakibatkan daun-daunnya menguning dan akhirnya mati. Oleh karena itu pemupukan adenium sebnaiknya menggunakan jenis slow release dengan dosis rendah. Pupuk slow release adah pupuk yang terbunbgkus dalam suatu lapisan pelindung dan larut sedikit demi sedikit melalui penyiraman air. Dengan demikian pupuk akan memberikan unsur hara pada tanaman tanpa ada resiko over dosis.
Beberapa nama [pupuk slow release untuk adenium yang beredar di pasaran diantaranyaMagamp, Decastar dan Osmocote. Pemupukan menggunakan pupuk relatif praktis karena cukup 3-6 bulan sekali, tergantung pada kecepatan pupuk melepas unsur hara yang dikandungnya.
4. Perawatan tanaman
a. Penyiraman
Dalam pertumbuhannya tanaman ini tidak banyak membutuhkan air. Jika kebanyakan air, adenium justru akan mengalami gangguan pertumbuhan dengan tanda-tanda daun menguning dan jika di gali akar terlihat membusuk. Adenium hanya memerlukan penyiraman 4-5 hari sekali.
Sebagai patokan untuk mengetahui adenium sudah memerlukan air siraman adalah dengan mengorek tanah atau media tanamnya. Jika tanah masih lembam, tidak perlu dilakukan penyiraman. Namun jika tanah sudah kering, saat itulah adenium perlu disiram.
Jika ditanam di tanah, penyiraman dianggap cukup saat ait audah agak lama meresap ke dalam tanah. Jika ditanam di pot, penyiraman dianggap cukup saat air siraman sudah keluar dari lubang di dasar pot. Selain penyiraman di tanah atau media tanam, penyemprotan daun-daun dan ranting menggunakan sprayer haluis dianjurkan agar tanaman terlihat bersih dan segar.
b. Pemangkasan.
Dalam budidaya adenium, pemangkasan adalah suatu keharusan karena tanpa pemangkasan tanaman akan tumbuh tidak beraturan, berantakan, sehingga tidak ada unsur keindahannya. Tujuan pemangkasan ini adalah untuk membentuk tajuk atau sosok tanaman seperti yang diharapkan. Sebaiknya dipelihara cabang-cabang yang arah pertumbuhannya kelak membentuk sebuah tajuk yang kompak. Kebersiahan alat pemotong juga harus diperhatikan. Karena gunting atau pisau yang kotor bisa menyebabkan irisannya membusuk san merembet ke temp[at lain, sehingga akan menyebabkan kematian tanaman.
Pemotongan sebaiknya dilakukan pada pagi hari agar bekas potongannya cepat kering. Pemotongan pada musim hujan tidak dianjurkan karena luka bekas irisan yang terkena air hujan akan membusuk. Untuk menhindari infeksi jamur, luka bekas potongan sebaiknya diolesi dengan fungisida. Fungisida yang bisa digunakan antara lain Benlate, derosal EC, Previcur N dan Rovral 50 WP. Caranya fungisida tersebut dilarutkan dalam air bersih dengan dosis 0,5 gram/ liter, kemudianm dioleskan merata ke permukaan potongan.
c. Penggantian Media Tanam/Repotting.
Repotting biasanya kurang diperhatikan oleh para hobiis adenium dengan alasan tanpa repotting pun tanaman ini tetap tumbuh. Namun jika tidak diperhatikan dengan seksama, adenium di dalam pot yang tidak di repotting akan mengalami tanda-tanda kekurangan unsur hara, seperti daun mengecil dan mogok berbung. Kalupun mau berbunga, ukuran bunganya menjadi kecil-kecil, tidak seperti biasanya.
Penggantian media tanam untuk adenium yang ditanam dalam pot adalah suatu keharusan karena unsur hara dalam media lama-lama akan habis diserap tanaman. Penggantian Media tanam sebaiknya rutin dilakukan setiap 10 bulan sekali.
Cara menggati media tanam dengan mengeluarkan tanaman dari dalam pot dengan hati-hati agar akarnya tidak rusak. Tanah pada perakaran tanaman disisakan sedikit dan kemudian dimasukkan lagi ke dalam pot setelah media tanamnya di ganti. Media tanam yang baru sebaiknya berkomposisi yang sama dengan media tanam yang lain agar tanaman langsung bisa beradaptasi.
Pengendalian Hama Dan Penyakit
a.Pengendalian hama
* Larva Lepidoptera.
- Ulat
- memakan daun-daun adenium yang masih muda da yang sudah tua
- Cara : Jika ulat sedikit, dapat dilakukan dengan mekanis, yaitu diambil satu persatu dan kemudian dibunuh
Jika ulat banyak, dikendalikan dengan menyemprotkan insektisida Sevin yang dosisnya bisa dibaca pada label kemasannya.
* Aphids
- Serangga semacam kutu berwarna kuning
- memakan daun-daun adenium yang masih muda. Tunas daun yang dimakan aphids akan menjadi keriting, hitam, dan mengering.
- Cara : dengan menyemprotkan insrktisida Confidor dengan dosis 0,5 ml dalam 1 liter air.
* Thrips
- Serangga kecil yang masih termasuk jenis kutu berwarna hitam yang bergerak sangat cepat.
- Menyukai bunga-bunga yang belum mekar, sehjingga kuncup gagal menjadi bunga.
- Cara : menggunakan Agrimex dengan dosis 1 ml/liter air.
c. Pengendalian Penyakit
* Penyakit layu kuning
- Gejala :
Tangkai daun berwarna kecoklatan dan seperti mengandung air, dan daunnya berwarna kuning.
- Penyebab :
Penyiraman yang berlebihan dan drainase tanah atau media tanam kurang baik.
- Pencegahan :
Penyiraman jangan terlalu banyak, sebaiknya struktur tanah atau media tanam dibuat menjadi porous agar air siraman bisa mengalir lancar.
* Layu Pucuk
- Gejala
- Pucuk tanaman yang terserang penyakit ini tidak mau bertinas lagi. Pucuk tanaman menhitam dan akhirnya membusuk.
- Penyebab : Jamur Fusarium sp
- Pengendalian ;
Memnyemprotkan fungisida Daconil dengan dosis 1 gr/liter air.
* Busuk Akar
- Gejala :
Daun menguning dan mengecil, pada akar tanaman terdapat bagian-bagian yang berair atau membusuk.
- Penyebab :
Penyiraman yang berlebihan dan drainase yang tidak baik.
- Pencegahan :
Dengan mengurangi frekwensi dan volume penmyiraman, jika serangan sudah terlanjur datang, sebaiknya tanaman dibongkar, akar-akar yang membusuk dipotong dan diolesi fungisida, media tanam diganti dengan komposisi yang lebih porous dan selanjutnya tanaman ditanam lagi.
V. MENINGKATKAN NILAI EKSOTIKA ADENIUM
Daya tarik adenium sebagai tanaman hias adalah pada bunga-bunganya yang elok berwarna-warni, sosoknya yang kompak, dan bentuk akarnya yang unik. Karena itu untuk mempercantik penampilan adenium, hal-hal tersebut harus ditonjolkan.
Adenium bisa berpenampilan cantik jika ada campurtangan manusia, semacam rekayasa untuk membuat adenium seperti yang diharapkan. Membuat adenium cantik bukanlah pekerjaaan yang sulit, yang diperlukan hanyalah pengetauhan dan kemauan untuk mengerjakannya.
1. Membuat adenium berbunga banyak
a. Pastikan tanaman sehat
Penampilanm batang-batangnya kokoh dan daun-daunnya subur. Jika dalam keadaan sakit, tanaman akan stres dan mati.
b. Adenium di pupuk dulu dengan pupuk slow release.
Saat dalam keadaan gundul terdapat cadangan hara yang cukup dalam tanah. Diaplikasikan kira-kira 2 minggu sebelum pemangkasan.
c. Pemangkasan.
Dua minggu setelah pemupukan, cabang-cabang adenium dapat dipangkas dengan gunting atau pisau tajam dan steril. Dengan pemangkasan, akan tumbuh tunas-tunas baru yang dibarengi keluarnya kuncup-kuncup bunga.
d. Letakkan pada tempat yang mendapat sinar matahari minimum 7 jam sehari.
2. Membuat adenium tampil kompak.
Menampilkan tanaman adenium bersosok kompak kuncinya adalah pada pemangkasan dengancara memotong batang dan cabang. Pemotongan batang dilakukan dengan tujuan menentukan tinggi tanaman yang seperti yang diinginkan. Jika memperoleh tanaman yang bersosok tinggi, batang dipotong di bagian yang tinggi pula. Dan sebaliknya, jika menginginkan tanaman bersosok rendah, batang dipotong rendah.
Pemangkasan sebaiknya dilakukan pada pukul 07.00 pagi dengan bentuk pemangkasan rata agar tunas-tunas ayng tumbuh berbeda diketinggian yang sejajar. Setelah pemotongan batang, dibagian yang terpotong akan bermunculan tunas-tunas calon cabang tanaman. Beberapa tunas yang baik dipilih untuk dibiarkan tumbuh. Jika ingin sosok yang rimbun membulat, sebaiknya dipilih tunas-tunas terbaik yang tumbuh di segala arah. Dengan cara seperti ini akan diperoleh sosok tanaman yang rimbun dan kompak.
3. Membesarkan Bonggol Adenium
Fungsi utama akar, selain menguatkan tegaknya tanaman adalah mencari unsur hara dalam tanah. Karena hampir 100% hara tersimpan dalam tanah, hanya akar yang tertutup tanah yang bisa menggembung atau besar. Dengan prinsip ini, membesarkan atau menggembungkan akar adenium agar berbentuk menarik merupakan hal yang tidak sulit. Tempat pembesaran akar oleh para hobiis sering disebut tempat training, yaitu bisa berupa tanah atau pot.
a. Tanah.
- adenium dibongkar dari tempat tumbuh
- diletakkan langsung di permukaan tanah bersama tanah lama yang menempel di perakarannya.
- Pertakaran tanaman diurug dengan campuran tanah kebun dan kompos sampai pangkal batang.
- Diberi penyangga atau bingkai melingkar untuk menahan tanah urugan tersebut yang terbuat dari anyaman banbu, seng atau talang plastik setinggi permukaan tanah urugan.
- Sekitar 6 buln, ujung-ujung akar telah menembus tanah di bawahnya dan biasanya sudah berbentuk bonggol yang cukup besar.
- Agar bonggol kelihatan, tanah urugan harus dihilangkan secara bertahap dan hati-hati agar tanaman tidak kaget yang bisa mengakibatkan kematian.
- Pembentukan bonggol sesuai dengan bentuk asalnya bisa dilakukan dengan cara memotong akar-akar yang tidak perlu.
b. Pot.
- Tanaman dibongkar
- Diletakkan diatas permukaan media tanam yang sejajar dengan bibir pot.
- Sisa media tanam diurug setinggi pangkal batang dan dibingkai agar tidak hanyut terkena air siraman.
- Setelah ujung akar menembus tanah dibawahnya, urugan tanah dihilangkan sedikit demi sedikit.
- Pembentuikan bonggol sesuai dengan bentuk asalnya bisa dilakukan dengan cara memotong akar-akar yang tidak perlu.

2 komentar: