Rabu, 27 Juni 2012

SOURCE CODE UTS JAVA 12345 54321


output

run:
54321
xx*xx
xx3xx
xx*xx
12345
BUILD SUCCESSFUL (total time: 0 seconds)



/*
 * To change this template, choose Tools | Templates
 * and open the template in the editor.
 */
package buroro;

/**
 *
 * @author Masiti
 */
public class belajar {

    public static void main(String[] args) {
        for (int i = 1; i <= 5; i++) {
            for (int j = 5; j >= 1; j--) {
                if (i == 1) {
                    System.out.print(j);
                }
                if (i == 2) {
                    if (j == 3) {
                        System.out.print("*");
                    } else {
                        System.out.print("x");
                    }
                }
                if (i == 3) {
                    if (j == 3) {
                        System.out.print("3");

                    } else {
                        System.out.print("x");
                    }

                }
                if (i == 4) {
                    if (j == 3) {
                        System.out.print("*");
                    } else {
                        System.out.print("x");
                    }


                }
                if (i == 5) {
                    for (int k = 1; k <= 5; k++) {
                        System.out.print(k);

                    }
                    break;
                }
            }
            System.out.println(" ");
        }


    }
}

Senin, 25 Juni 2012

Teringat Lagi

Rasanyaa.. ingin teriak sejadi jadinya.. sekeras-kerasnya.. biar di denger sampe ke rasi terjauh .... kenapa sih aku selalu ketemu ,kenal dan segala sesuatu dalam hidupku akhir2 ini harus berhubungan dengan jurusan yang aku minati di universitas BR*****YA.. bikin sakit hati stadium 4.. huhh.. padahal udah coba suka sama  Teknik Informatika.. jurusan yang aku jalanin sekarang.Suka sih udah cuman pertanian ini yang ga bisa go away dari otakku.Setiap lihat fb orang atau apalah pasti kalau gag agribisnis ya agroekoteknologi..... ya allah seandainya aku di jurusan agribisnis sekarang aku pengen banget usaha bunga.. aku ingin merawat bunga... bunga mawar , anggrek dan semua yang indah indah deh pokoknya...

i love agricuture so much 

Lembayung Bali



Menatap lembayung di langit Bali
dan kusadari betapa berharga kenanganmu
Di kala jiwaku tak terbatas
bebas berandai memulang waktu

Hingga masih bisa kuraih dirimu
sosok yang mengisi kehampaan kalbuku
Bilakah diriku berucap maaf
masa yang tlah kuingkari dan meninggalkanmu
oh cinta

Teman yang terhanyut arus waktu
mekar mendewasa
masih kusimpan suara tawa kita
kembalilah sahabat lawasku
semarakkan keheningan lubuk

Hingga masih bisa kurangkul kalian
sosok yang mengaliri cawan hidupku
Bilakah kita menangis bersama
tegar melawan tempaan semangatmu itu
oh jingga

Hingga masih bisa kujangkau cahaya
senyum yang menyalakan hasrat diriku
Bilakah kuhentikan pasir waktu
tak terbangun dari khayal keajaiban ini
oh mimpi

Andai ada satu cara
tuk kembali menatap agung surya-Mu
Lembayung Bali

PRINSIP-PRINSIP SISTEM INFORMASI

Postingan kali ini adaah tentang mata kuliah sistem informasi , yang kebetulan besok pagi saya dan kawan-kawan akan berjuang untuk mata kuliah dengan 2 sks ini.. materi yang di berikan oleh bapak syahiduzzaman menggunakan referensi berbahasa ingris ketimbang susah2 untuk translet saya googling aja untuk cari materi dengan judul yang sama dengan bahasa indonesia,,alhamdulillah dapat nih file yang berbahasa indonesia walaupun beda tapi ya ada2 yang mirip dikitlah.. seenggaknya..hee.. untuk dapetin fienya klik disini.

Minggu, 24 Juni 2012

KERTALANGU BALI


Kertalangu... yah.. itulah nama salah satu tempat favorit  di pulau kelahiranku ..aku pernah kemah kalau ga salah 3 hari disana untuk mengikuti lomba yang di adakan oleh kemenag bali.. suasananya enak banget.. dan suatu saat aku ingin tinggal di daerah seperti disana..
ini nih sedikit keterangan tentang kertalangu
Kertalangu adalah sebuah desa budaya tradisional yang berada ditengah 80 hektar bentangan sawah dan kebun hijau alami dengan pesona tersembunyi berbaur pola hidup masyarakat lokal. Desa ini bertujuan untuk ikut mempromosikan budaya, perdamaian dan pelestarian lingkungan melalui pendidikan pariwisata berkelanjutan. Berlokasi di Jalan by pass sanur, kurang lebih 40 menit berkendara dari Bandara Ngurah Rai.  Kegiatan wisata yang ditawarkan antara lain :1. Subak Eco Tourism : berjalan mengelilingi hamparan sawah yang hijau serta menyaksikan kegiatan para petani dalam mengatur sistem subaknya.2. Kertalangu Eco Park : Kegiatan luar ruangan seperti menanam padi, menangkap belut, mengejar bebek dan menunggang kuda.3. Kertalangu Camp : Program pengembangan diri dan membangun karakter yang dirancang khusus untuk siswa-siswi selama liburan sekolah, dan lain sebagainya.

me n friend @kertalangu  30 september 2010

BUDIDAYA ADENIUM sp


Nama adenium meroket sejak ditemukannya hibrida-hibrida baru dengan bentuk dan warna bungan yang beraneka. Masyarakat Indonesia yang sebelumnya hanya mengenal adenium dengan bungan warna merah, kini terpesona oleh warna-warna lain. Hingga kini sudah tercatat lebih dari 100 warna adenium yang semuanya indah menawan. Dengan proses kawin silang, pada masa yang akan datang kan lahir adenium-adenium baru yang jumlahnya mungkin tak terbatas.
Seperti halnya yanaman hias lain, adenium juga menjadi komoditas dengan nilai ekonomi tinggi. Sebatang adenuim bersosok kompak dengan bunga-bunga ungu memenuhi rantingnya bisa berharga puluhan juta rupiah. Adeniumpun banyak dipilih sebagai barang antaran atau parsel untuk dikirimkan kepada kolega, rekan, orang-orang dekat atau keluarga pada hari-hari tertentu, seperti hari raya Idul Fitri dan Natal.
Tidak di ketahui secara pasti kapan adenium masuk ke Indonesia. Namun sejak dekade 1960-an, adenium sudah dikenal di negeri ini sebagai tanaman hisa. Sejak saat itu, tanaman tersebut langsung mendapat nama kamboja jepang dan ada pula yang menyebutnya kamboja taiwan.
Di Indonesia umumnya adenium berbunga merah dengan bagian dalam mahkotanya berwarna pink. Sampai pertengahan deklade 1990-an masyarakat hanya mengetahui bahwa adenium berwarna merah seperti di jelaskan diatas.
Namun pada akhir dekade 1990-an atau menjelang datangnya milenium ketiga, masyarakat penggemar tanaman hias di Indonesia mendapati kenyataan bahwa adenium ternyata tidak hanya berwarna seperti yang ada selam ini.
Adalah pemilik nursey, salah satunya. Chandra Gunawan dari Godong Ijo Nursey, yang memperkenalkan adenium dengan warna dan bentuk bunga yang bervariasi. Variasinya tidak hanya belasan, tetapi juga puluhan. Para pemilik nursey pada umumnya mendatangkan dari Thailand dan Taiwan.
Sejak diperkanal dengan berbagai variasi bungan tersebut, di Indonesia terjadi booming adenium. Permintaan adenium dari masyarakat melonjak karena fungsinya tidak hanya sebagai tanaman hias, tetapi juga bisa sebagai pengisi parsel atau antaran pada hari raya keagamaan. Konsekuwensinya, harga adeniumpun ikut meroket. Harga parsel adenium per unitnya dari Rp. 100 ribu sampai puluhan juta rupiah.
II. SYARAT TUMBUH
1. Tempat
Adenium menyukai tempat terbuka yang mendapat sinar matahari penuh sepanjang hari, seperti halaman atau pekarangan rumah yang tak ternaungi, di pot yang diletakkan di tempat yang mendapat sinar matahari. Jika ditempatkan didalam ruangan sebagai tanaman hias indoor,adenium harus sering dikeluarkan agar mendapat sinar matahari.
2. Keadaan Tanah
Adenium dapat tumbuh di tanah dengan segala kondisi, nahkan di tanah marginal yang kurang subur sekalipun. Namun pertumbuhan terbaik adalah di tanah yang mengandung unsur hara dengan struktur porous dengan tingkat keasaman atau pH antara 5,5-6,5.
III. MORFOLOGI DAN CARA PERBANYAKAN ADENIUM
1. Morfologi/ Penampilan fisik adenium
a. Sosok tanaman.
- ada yang berbentuk pohon dengan ketinggian mencapai 3 meter, ada pula yang hanya berbentuk semak dengan tinggi maksimal 1 meter.
- Batang semua adenium sama, yakni memiliki cadangan air berbentuk bonggol di pangkal batangnya.
b. Daun.
- Bentuk:
Ada yang langsing memanjang atau berbentuk lanset dan berujung lancip. Ada yang oval membulat di bagian ujungnya. Meskipun kebanyakan tipis, ada daun adenium yang tebal seperti daun kalancgoe atau cocor bebek.
- Warnanya : hijau tua, hijau pupus, kemerah-merahan, kuning, variegeta (hijau dengan belang-belang kuning pucat atau putih)
- Permukaan daun : umumnya halus, ada yang berbulu.
c. Bunga.
- Bentuk : terompet, mahkota bungan bervariasi dari bentuk bintang, ujung mahkota terpotong atau membulat, sampai yang bergerigi.
- Corak: ada polos, strip di bagian dalamnya dan bergaris di bagian ujung mahkota.
- Warna : dilihat dari gradiasinya, warna bunga adenium berpuluh-puluh macam. Ada yang putih bersih, putih dengan sapuan kuning pucat di bagian dalam, merah dalam berbagai gradiasi dari merah mudfa sampai merah hati ungu dalam berbagai gradiasinya.
- Bau : Umumnya tidak berbau, tetapi belakangan dilaporkan di Amerika Serikat ditemukan hibrida dengan bungan yang berbau wangi, yang merupakan sebuah terobosan rekayasa genetika yang pasti akan meningkatkan pamor adenium.
2. Cara Perbanyakan
a. Cara Generatif
- Perbanyakan tanaman melaui perkawinan (hasil penyerbukan putik/ organ betinaoleh serbuk sari/organ janmtan). Penyerbukanb menghasilkan buah yang didalamnya terdapat biji yang dapat ditanam.
- Kelebihan :
· mudah dilakukan, daya tumbuh biji-biji adenium sangat tinggi.
· Dapat dihasilkan tanaman dalam jumlah yang banyak.
· Dihasilkan tanaman berbonggol (besar yang menambah keindahan penampilan adenium.
- Kekurangan :
· Kemungkinan terjadi penyimpangan sifat dari induknya.
· Tanaman baru berbunga setelah berumur minimum 1 tahun.
b. Secara Vegetatif
- Perbanyakan tanaman di luar perkawinan, Yaitu :
^ Setek
Pemisahan atau pemotongan beberapa bagian tanaman (daun, batang, akar) agar bagian-bagian tersebut membentuk akar yang akan menjadi tanaman baru. Untuk adenium setek yang dapat dilakukan adalah setek cabang dan akar.
^ Cangkok/ air layerage/aerial layering.
Yaitu melukai cabang tanaman dan menutupnya dengan media cangkok, sehingga dari luka tersebut keluar akar. Bagian yang dicangkok masih menyatu dengan tanaman induknya sebelum akar keluar, sehingga keberhasilan cangkok lebih tinggi. Cangkok yang dapat dilakukan pada adenium adalah cangkok sayat, cangkok belah.
^ Graffing/enten/sambung pucuk.
Penggabungan batang baewah dsan batang atas dari tanaman yang berbeda, sehingga tercapai persenyawaan dan kombinasi yang akan tumbuh terus menjadi tanaman baru.
c. Hibridiasi
Yaitu menciptakan adenium jenis beru hingga memperoleh bunga lebih indah, besar dan lebat guna mempercantik penampilan adenium . Menyilangkan antar spesies adenium prosesnya sama dengan membantu menyerbukan adenium secara generatif. Biasanya dari puluhan tanaman silang ini akan muncul tanaman-tanaman yang mewarisi sifat-sifat unggul kedua tanaman induk, sehingga semakin cantiklah penampilannya.
IV. BUDIDAYA ADENIUM
1. Persiapan bibit
Bibit dapat diperoleh dari perbanyakan secara generatif (biji) atau vegetatif (setek, cangkok dan sambung).
2. Persiapan media tanam
a. Tanah
- membuat lubang tanam ukuran 30 x 30 x 30 cm
- lubang dibiarkan terbuka agar mendapat sinar matahari minimum 2 minggu.Agar semua bibit penyakit dan hama mati.
- lubang tanam diurug menggunakan tanah bagian atas (top soil) yang dicampur dengan pupuk kandang dengan perbandingan yang sama.
- Bibit siap ditanam.
b. Pot.
- komposisi media tanam
pasir bangunan : pupuk kandang : sekam padi
2 : 2 : 1
Atau
Serbuk sabut kelapa : pupuk kandang : pecahan arang
2 : 1 : 1
Media tanam dimasukkna dalam pot setelah dasar pot yang berlubang ditutup dengan pecahan genting atau kerikil agar media tanam tidak lolos keluar saat disiram air.
- Bibit adenium siap ditanam
3. Pemupukan
Pemupukan perlu dilakukan karena jumlah unsur hara yang terdapat di dalam tanah atau media tanam terbatas. Adenium termasuk tanaman yang tidak raku dalam menyerap unsur hara, sehingga kebutuhan pupuknya relatif sedikit. Hal ini disebabkan habitata aslinya, tanaman ini hanya hidup di lapisan tanah tandus berpasir yang sangat tipis dan miskin unsur hara. Karenanya adenium termasuk tanamn tang pertumbuhannya lambat, terutama bila dibandingkan dengan tanaman dari hutan tropis.
Adenium adalah tanaman yang peka terhadap kelebihan pupuk karena pada dasarnya tanaman ini tidak banyak membutuhkan pupuk. Pemberian pupukyang berlebihan akan mengakibatkan daun-daunnya menguning dan akhirnya mati. Oleh karena itu pemupukan adenium sebnaiknya menggunakan jenis slow release dengan dosis rendah. Pupuk slow release adah pupuk yang terbunbgkus dalam suatu lapisan pelindung dan larut sedikit demi sedikit melalui penyiraman air. Dengan demikian pupuk akan memberikan unsur hara pada tanaman tanpa ada resiko over dosis.
Beberapa nama [pupuk slow release untuk adenium yang beredar di pasaran diantaranyaMagamp, Decastar dan Osmocote. Pemupukan menggunakan pupuk relatif praktis karena cukup 3-6 bulan sekali, tergantung pada kecepatan pupuk melepas unsur hara yang dikandungnya.
4. Perawatan tanaman
a. Penyiraman
Dalam pertumbuhannya tanaman ini tidak banyak membutuhkan air. Jika kebanyakan air, adenium justru akan mengalami gangguan pertumbuhan dengan tanda-tanda daun menguning dan jika di gali akar terlihat membusuk. Adenium hanya memerlukan penyiraman 4-5 hari sekali.
Sebagai patokan untuk mengetahui adenium sudah memerlukan air siraman adalah dengan mengorek tanah atau media tanamnya. Jika tanah masih lembam, tidak perlu dilakukan penyiraman. Namun jika tanah sudah kering, saat itulah adenium perlu disiram.
Jika ditanam di tanah, penyiraman dianggap cukup saat ait audah agak lama meresap ke dalam tanah. Jika ditanam di pot, penyiraman dianggap cukup saat air siraman sudah keluar dari lubang di dasar pot. Selain penyiraman di tanah atau media tanam, penyemprotan daun-daun dan ranting menggunakan sprayer haluis dianjurkan agar tanaman terlihat bersih dan segar.
b. Pemangkasan.
Dalam budidaya adenium, pemangkasan adalah suatu keharusan karena tanpa pemangkasan tanaman akan tumbuh tidak beraturan, berantakan, sehingga tidak ada unsur keindahannya. Tujuan pemangkasan ini adalah untuk membentuk tajuk atau sosok tanaman seperti yang diharapkan. Sebaiknya dipelihara cabang-cabang yang arah pertumbuhannya kelak membentuk sebuah tajuk yang kompak. Kebersiahan alat pemotong juga harus diperhatikan. Karena gunting atau pisau yang kotor bisa menyebabkan irisannya membusuk san merembet ke temp[at lain, sehingga akan menyebabkan kematian tanaman.
Pemotongan sebaiknya dilakukan pada pagi hari agar bekas potongannya cepat kering. Pemotongan pada musim hujan tidak dianjurkan karena luka bekas irisan yang terkena air hujan akan membusuk. Untuk menhindari infeksi jamur, luka bekas potongan sebaiknya diolesi dengan fungisida. Fungisida yang bisa digunakan antara lain Benlate, derosal EC, Previcur N dan Rovral 50 WP. Caranya fungisida tersebut dilarutkan dalam air bersih dengan dosis 0,5 gram/ liter, kemudianm dioleskan merata ke permukaan potongan.
c. Penggantian Media Tanam/Repotting.
Repotting biasanya kurang diperhatikan oleh para hobiis adenium dengan alasan tanpa repotting pun tanaman ini tetap tumbuh. Namun jika tidak diperhatikan dengan seksama, adenium di dalam pot yang tidak di repotting akan mengalami tanda-tanda kekurangan unsur hara, seperti daun mengecil dan mogok berbung. Kalupun mau berbunga, ukuran bunganya menjadi kecil-kecil, tidak seperti biasanya.
Penggantian media tanam untuk adenium yang ditanam dalam pot adalah suatu keharusan karena unsur hara dalam media lama-lama akan habis diserap tanaman. Penggantian Media tanam sebaiknya rutin dilakukan setiap 10 bulan sekali.
Cara menggati media tanam dengan mengeluarkan tanaman dari dalam pot dengan hati-hati agar akarnya tidak rusak. Tanah pada perakaran tanaman disisakan sedikit dan kemudian dimasukkan lagi ke dalam pot setelah media tanamnya di ganti. Media tanam yang baru sebaiknya berkomposisi yang sama dengan media tanam yang lain agar tanaman langsung bisa beradaptasi.
Pengendalian Hama Dan Penyakit
a.Pengendalian hama
* Larva Lepidoptera.
- Ulat
- memakan daun-daun adenium yang masih muda da yang sudah tua
- Cara : Jika ulat sedikit, dapat dilakukan dengan mekanis, yaitu diambil satu persatu dan kemudian dibunuh
Jika ulat banyak, dikendalikan dengan menyemprotkan insektisida Sevin yang dosisnya bisa dibaca pada label kemasannya.
* Aphids
- Serangga semacam kutu berwarna kuning
- memakan daun-daun adenium yang masih muda. Tunas daun yang dimakan aphids akan menjadi keriting, hitam, dan mengering.
- Cara : dengan menyemprotkan insrktisida Confidor dengan dosis 0,5 ml dalam 1 liter air.
* Thrips
- Serangga kecil yang masih termasuk jenis kutu berwarna hitam yang bergerak sangat cepat.
- Menyukai bunga-bunga yang belum mekar, sehjingga kuncup gagal menjadi bunga.
- Cara : menggunakan Agrimex dengan dosis 1 ml/liter air.
c. Pengendalian Penyakit
* Penyakit layu kuning
- Gejala :
Tangkai daun berwarna kecoklatan dan seperti mengandung air, dan daunnya berwarna kuning.
- Penyebab :
Penyiraman yang berlebihan dan drainase tanah atau media tanam kurang baik.
- Pencegahan :
Penyiraman jangan terlalu banyak, sebaiknya struktur tanah atau media tanam dibuat menjadi porous agar air siraman bisa mengalir lancar.
* Layu Pucuk
- Gejala
- Pucuk tanaman yang terserang penyakit ini tidak mau bertinas lagi. Pucuk tanaman menhitam dan akhirnya membusuk.
- Penyebab : Jamur Fusarium sp
- Pengendalian ;
Memnyemprotkan fungisida Daconil dengan dosis 1 gr/liter air.
* Busuk Akar
- Gejala :
Daun menguning dan mengecil, pada akar tanaman terdapat bagian-bagian yang berair atau membusuk.
- Penyebab :
Penyiraman yang berlebihan dan drainase yang tidak baik.
- Pencegahan :
Dengan mengurangi frekwensi dan volume penmyiraman, jika serangan sudah terlanjur datang, sebaiknya tanaman dibongkar, akar-akar yang membusuk dipotong dan diolesi fungisida, media tanam diganti dengan komposisi yang lebih porous dan selanjutnya tanaman ditanam lagi.
V. MENINGKATKAN NILAI EKSOTIKA ADENIUM
Daya tarik adenium sebagai tanaman hias adalah pada bunga-bunganya yang elok berwarna-warni, sosoknya yang kompak, dan bentuk akarnya yang unik. Karena itu untuk mempercantik penampilan adenium, hal-hal tersebut harus ditonjolkan.
Adenium bisa berpenampilan cantik jika ada campurtangan manusia, semacam rekayasa untuk membuat adenium seperti yang diharapkan. Membuat adenium cantik bukanlah pekerjaaan yang sulit, yang diperlukan hanyalah pengetauhan dan kemauan untuk mengerjakannya.
1. Membuat adenium berbunga banyak
a. Pastikan tanaman sehat
Penampilanm batang-batangnya kokoh dan daun-daunnya subur. Jika dalam keadaan sakit, tanaman akan stres dan mati.
b. Adenium di pupuk dulu dengan pupuk slow release.
Saat dalam keadaan gundul terdapat cadangan hara yang cukup dalam tanah. Diaplikasikan kira-kira 2 minggu sebelum pemangkasan.
c. Pemangkasan.
Dua minggu setelah pemupukan, cabang-cabang adenium dapat dipangkas dengan gunting atau pisau tajam dan steril. Dengan pemangkasan, akan tumbuh tunas-tunas baru yang dibarengi keluarnya kuncup-kuncup bunga.
d. Letakkan pada tempat yang mendapat sinar matahari minimum 7 jam sehari.
2. Membuat adenium tampil kompak.
Menampilkan tanaman adenium bersosok kompak kuncinya adalah pada pemangkasan dengancara memotong batang dan cabang. Pemotongan batang dilakukan dengan tujuan menentukan tinggi tanaman yang seperti yang diinginkan. Jika memperoleh tanaman yang bersosok tinggi, batang dipotong di bagian yang tinggi pula. Dan sebaliknya, jika menginginkan tanaman bersosok rendah, batang dipotong rendah.
Pemangkasan sebaiknya dilakukan pada pukul 07.00 pagi dengan bentuk pemangkasan rata agar tunas-tunas ayng tumbuh berbeda diketinggian yang sejajar. Setelah pemotongan batang, dibagian yang terpotong akan bermunculan tunas-tunas calon cabang tanaman. Beberapa tunas yang baik dipilih untuk dibiarkan tumbuh. Jika ingin sosok yang rimbun membulat, sebaiknya dipilih tunas-tunas terbaik yang tumbuh di segala arah. Dengan cara seperti ini akan diperoleh sosok tanaman yang rimbun dan kompak.
3. Membesarkan Bonggol Adenium
Fungsi utama akar, selain menguatkan tegaknya tanaman adalah mencari unsur hara dalam tanah. Karena hampir 100% hara tersimpan dalam tanah, hanya akar yang tertutup tanah yang bisa menggembung atau besar. Dengan prinsip ini, membesarkan atau menggembungkan akar adenium agar berbentuk menarik merupakan hal yang tidak sulit. Tempat pembesaran akar oleh para hobiis sering disebut tempat training, yaitu bisa berupa tanah atau pot.
a. Tanah.
- adenium dibongkar dari tempat tumbuh
- diletakkan langsung di permukaan tanah bersama tanah lama yang menempel di perakarannya.
- Pertakaran tanaman diurug dengan campuran tanah kebun dan kompos sampai pangkal batang.
- Diberi penyangga atau bingkai melingkar untuk menahan tanah urugan tersebut yang terbuat dari anyaman banbu, seng atau talang plastik setinggi permukaan tanah urugan.
- Sekitar 6 buln, ujung-ujung akar telah menembus tanah di bawahnya dan biasanya sudah berbentuk bonggol yang cukup besar.
- Agar bonggol kelihatan, tanah urugan harus dihilangkan secara bertahap dan hati-hati agar tanaman tidak kaget yang bisa mengakibatkan kematian.
- Pembentukan bonggol sesuai dengan bentuk asalnya bisa dilakukan dengan cara memotong akar-akar yang tidak perlu.
b. Pot.
- Tanaman dibongkar
- Diletakkan diatas permukaan media tanam yang sejajar dengan bibir pot.
- Sisa media tanam diurug setinggi pangkal batang dan dibingkai agar tidak hanyut terkena air siraman.
- Setelah ujung akar menembus tanah dibawahnya, urugan tanah dihilangkan sedikit demi sedikit.
- Pembentuikan bonggol sesuai dengan bentuk asalnya bisa dilakukan dengan cara memotong akar-akar yang tidak perlu.

CONTOH SOURCE CODE ARRAY 1

/*
 * To change this template, choose Tools | Templates
 * and open the template in the editor.
 */
package array_buroro;

/**
 *
 * @author Masiti
 */
public class ARRAYSEARC {

    public static void main(String[] args) {
        int[] a = {3, 5, 6, 2, 4, 8, 9};
        for (int i = 0; i <= a.length - 1; i++) {
            if ((a[i] % 2) == 0) {
                System.out.println("even");
            } else {
                System.out.println("odd");
            }

        }

    }
}

SOURCE CODE BINTANG 1


/*
 * To change this template, choose Tools | Templates
 * and open the template in the editor.
 */

package uts;

/**
 *
 * @author Masiti
 */
public class SOAL_3 {
    public static void main(String[] args) {
       
         for(int i=1;i<=5;i++){
            for(int j=1;j<=6-i;j++){
                System.out.print("*");
            }
            for(int k=1;k<=i;k++){
                System.out.print(" ");
            }
            for(int l=1;l<=i;l++){
                System.out.print("*");
            }
           System.out.println("  ");
        }
    }}


outputnya:

run:
***** *
****  **
***   ***
**    ****
*     *****
BUILD SUCCESSFUL (total time: 1 second)




Aprilia Rizki Indah Dewi Sarah

kali ini aku ingin sekali cerita tentang sahabat terbaikku.. aprilia indah dewi sarah atau akrab di panggil qiqi..
aku kenal qiqi ketika duduk di kelas X tepatnya X1. qiqi bukan orang asli jembrana melainkan kelahiran denpasar 15 april 1993..dia pindah ke jembrana karena ayahnya beli rumah disini, maklum harga tanah di denpasar jauh lebih mahal dari pada di kabupatenku, pun jembrana lebih asyik ketimbang denpasar..heheheh...  walaupun kami berteman sejak kelas X .. tapi kami akrab nya dari kelas XII .. itu karena letak kursi kami berdekatan.. qiqi itu orangnya asyik , enak di ajak jalan, setia kawan top begete deh pokoknya. Semenjak lulus dari sma.. cuma qiqilah yang rajin banget sms aku apapun keadaannya... waktu sma aku sring banget jalan bareng dia, dimana ada aku disitu ada dia.. kadang kami berangkat bareng kalau qiqi sms,, pulangnya selalu bareng.heee.. soalnya qiqi anaknya telatan sih.. dateng jam 7 lebih tuh udah hal lumrah.. abis solat subuh tidur lagi,, bangunnya jam setengah 7.. beda banget sama aku yang jam setengah 5 udah siap2  berngkat ke skul sampe ibuku harus beli sarapan pagi2 banget biar anaknya sarapan, aku berangkat sekolah saingan sama dagang ikan  desaku..hahah.... maklumlah jarak rumahku dengan sekolah lumayan jauh ga kayak kiki yang bisa di tempuh dengan jalan kaki.... soal pelajaran, qiqi lumayan cerdik.. cerdik lo ya bukan pinter...  haduhh kalau inget masa2 sma.. waktu dimana belajarku kacau deh.. ga ngerti apa2.... gara2 temenan sama qiqi  nih, ngerjain pr d kelas, ulangan kadang nyontek.. jeleknya qiqi itu dia adalah ahlinya nyontek , ga tanggung2 guru terkiller pun bisa dia atasi. Ngomong2 soal qiqi,, ga jauh2 dari kata Ubie.. ubie itu adalah pacar pertamanya qiqi, usianya emm 2 tahun di bawah qiqi.. kisah cinta mereka termasuk tragis.. pasalnya orang tua qiqi dan yubi itu musuh bebuyutan.
sekarang qiqi kuliah di salah 1 universitas negeri di bali yaitu undiksha dengan jurusan pendidikan geografi.. emm.. ada sebuah cerita tentang aku,qiqi dan jurusannya dan meyakinkanku bahwa dunia itu memang sempit..hehe#just U n me girl...  mengenang masa2 qiqi nyari universitas adalah masa2 capeknya aku,  dari anter dia ke banyuwangi untuk tes di uniba, dan daftar ulang ke undiksha singaraja.. haduhh.. sampe2 pas kesingaraja aku nyetir ga tterasa sambil tidur saking ngantuknya .. bukannya ga ikhlas ya qi.. tapi ini memang patut untuk aku ceritakan.. aku ,kamu da cerita kita  ^_^ love U qiqi .. 


peri bola
peri bola dan ulat boelloe


Jumat, 22 Juni 2012

SOURCE CODE QUICK SORT





/*
 * To change this template, choose Tools | Templates
 * and open the template in the editor.
 */

package sorting;

/**
 *
 * @author Acer
 */


public class quicksort{
  public static void main(String a[]){
  int i;
  int array[] = {12,9,4,99,120,1,3,10,13};


  System.out.println(" Quick Sort\n\n");
  System.out.println("Values Before the sort:\n");
  for(i = 0; i < array.length; i++)
  System.out.print( array[i]+"  ");
  System.out.println();
  quick_srt(array,0,array.length-1);
  System.out.print("Values after the sort:\n");
  for(i = 0; i <array.length; i++)
  System.out.print(array[i]+"  ");
  System.out.println();
  System.out.println("PAUSE");
  }

  public static void quick_srt(int array[],int low, int n){
  int lo = low;
  int hi = n;
  if (lo >= n) {
  return;
  }
  int mid = array[(lo + hi) / 2];
  while (lo < hi) {
  while (lo<hi && array[lo] < mid) {
  lo++;
  }
  while (lo<hi && array[hi] > mid) {
  hi--;
  }
  if (lo < hi) {
  int T = array[lo];
  array[lo] = array[hi];
  array[hi] = T;
  }
  }
  if (hi < lo) {
  int T = hi;
  hi = lo;
  lo = T;
  }
  quick_srt(array, low, lo);
  quick_srt(array, lo == low ? lo+1 : lo, n);
  }
}

SOURCE CODE FIBONACCI


/*
 * To change this template, choose Tools | Templates
 * and open the template in the editor.
 */

package uts_buroro;

import javax.swing.JOptionPane;

/**
 *
 * @author Masiti
 */
public class fibonacci {
public static void main(String[]args){
    int n=Integer.parseInt(JOptionPane.showInputDialog("input suku ke-n:"));
    int a=0;
    int b=1;
    for(int i=0;i<n;i++){
        a=a+b;
        b=a-b;
        System.out.print(" "+a);
    }
}
}

SOURCE CODE HEAP SORT


/*
 * To change this template, choose Tools | Templates
 * and open the template in the editor.
 */

package sorting;

/**
 *
 * @author Acer
 */

    /**
 * For any element, i, in a list of size n, the following is true:
 *    -Parent element index = i/2 (floor(i))
 *    -Left child element index = 2i
 *    -Right child element index = 2i + 1
 */

import java.util.*;
import java.lang.*;


public class heapsort {
    private static int count;
    private static int search;
    public static void main(String a[]) {
        int i;
        int arr[] = {20, 29, 7, 3, 31, 2, 5, 11, 9, 17};
        System.out.println("Unsorted Array\n---------------");
        for (i = 0; i < arr.length; i++) {
            System.out.print(" " + arr[i]);
        }
        for (i = arr.length; i > 1; i--) {
            HeapSort(arr, i - 1);
        }
        System.out.println("\nSorted array\n---------------");
        for (i = 0; i < arr.length; i++) {
            System.out.print(" " + arr[i]);
        }
        System.out.println("\n");
        System.out.println("Data sorted after " + count + " times swapping");
        System.out.println("Data sorted after " + search + " searching");
    }
    public static int HeapSort(int array[], int arr_ubound) {
        int i, j;
        int lChild, rChild, mChild, root, temp;
        root = (arr_ubound - 1) / 2;
        for (j = root; j >= 0; j--) {
            for (i = root; i >= 0; i--) {
                lChild = (2 * i) + 1;
                rChild = (2 * i) + 2;
                if ((lChild <= arr_ubound) && (rChild <= arr_ubound)) {
                    if (array[rChild] >= array[lChild]) {
                        mChild = rChild;
                    } else {
                        mChild = lChild;
                    }
                } else {
                    if (rChild > arr_ubound) {
                        mChild = lChild;
                    } else {
                        mChild = rChild;
                    }
                }
                if (array[i] < array[mChild]) {
                    temp = array[i];
                    array[i] = array[mChild];
                    array[mChild] = temp;
                }
            }
            count++;
        }
        search++;
        temp = array[0];
        array[0] = array[arr_ubound];
        array[arr_ubound] = temp;
        return count;
    }
}

SOURCE CODE SELECTION SORT


/*
 * To change this template, choose Tools | Templates
 * and open the template in the editor.
 */
package sorting;

/**
 *
 * @author Masiti
 */
public class selection {
    static int kelompok1;

    public static void main(String a[]) {
        int i;
        int array[] = {20, 29, 7, 3, 31, 2, 5, 11, 9, 17};

        //sebelum sorting
        System.out.println("Values BEFORE sorting:");
        for (i = 0; i < array.length; i++) {
            System.out.print(array[i] + "  ");
        }
        System.out.println();

        //pemanggilan method selection_sort
        selection_srt(array, array.length);
        //setelah sorting
        System.out.print("\nValues AFTER sorting:\n");
        for (i = 0; i < array.length; i++) {
            System.out.print(array[i] + "  ");
        }
        System.out.println();
     

        System.out.println("Data sorted after "+kelompok1+" times swapping");
    }

    public static int selection_srt(int a[], int n) {
        int temp = 0, count = 0;

        for (int i = 0; i < n; i++) {
            int min = a[i];
            for (int j =i+ 1; j < n ; j++) {
                if (a[j] < a[i]) {
                    min=a[i];
                    temp = min;
                    a[i] = a[j];
                    a[j] = temp;
                    count++;
                    kelompok1=count;
                }
            }
        }
return count;
    }
}

SOURCE CODE MERGE SORT


/*
 * To change this template, choose Tools | Templates
 * and open the template in the editor.
 */
package sorting;

/**
 *
 * @author Masiti
 */
public class merge {

    static int swap;
    static int cari;

    public static void main(String[] args) {
        int i;
        int array[] = {20, 29, 7, 3, 31, 2, 5, 11, 9, 17};
        System.out.print("nilai sebelum:\n");
        for (i = 0; i < array.length; i++) {
            System.out.print(array[i] + "  ");
        }
        System.out.println();
        mergeSort_srt(array,array.length);
        System.out.print("setelah sorting:\n");
        for (i = 0; i < array.length; i++) {
            System.out.print(array[i] + "  ");
        }
        System.out.println();
        int temp = 0;
        int n = array.length;
        int count = 0;
        for (int a = 0; a < n; a++) {
            for (int j = 1; j < (n - a); j++) {
                if (array[j - 1] > array[j]) {
                    temp = array[j - 1];
                    array[j - 1] = array[j];
                    array[j] = temp;
                    count++;
                }
            }
        }
        System.out.println();
        System.out.println("Data sorted after " + swap + " times swapping");
        System.out.println("Data sorted after " + cari + " searching");
    }

    public static int mergeSort_srt(int a[], int n) {
        int search = 0;
        int temp = 0, count = 0;
        for (int i = 0; i < n; i++) {
            for (int j = 1; j < (n - i); j++) {
                if (a[j - 1] > a[j]) {
                    temp = a[j - 1];
                    a[j - 1] = a[j];
                    a[j] = temp;
                    count++;
                    swap = count;

                }
                else{
                    search++;
                    cari = search;
                }
     
            }

        }

        return count;
    }

    public static void mergeSort_srt(
            int array[], int lo, int n) {
        int low = lo;
        int high = n;
        if (low >= high) {
            return;
        }

        int middle = (low + high) / 2;
        mergeSort_srt(array, low, middle);
        mergeSort_srt(array, middle + 1, high);
        int end_low = middle;
        int start_high = middle + 1;
        while ((lo <= end_low) && (start_high <= high)) {
            if (array[low] < array[start_high]) {
                low++;
            } else {
                int Temp = array[start_high];
                for (int k = start_high - 1; k >= low; k--) {
                    array[k + 1] = array[k];
                }
                array[low] = Temp;
                low++;
                end_low++;
                start_high++;
            }
        }
    }
}

JAVA OUTPUT 12345


/*
 * To change this template, choose Tools | Templates
 * and open the template in the editor.
 */

package uts_buroro;

/**
 *
 * @author Masiti
 */
public class mm {
public static void main(String[] args){
    for (int i = 1; i >=5; i--) {
        for (int j = 0; j < 10; j++) {

        }
        System.out.print(i);

    }

 
}
}

JAVA OUTPUT 54321


/*
 * To change this template, choose Tools | Templates
 * and open the template in the editor.
 */

package uts_buroro;

/**
 *
 * @author Masiti
 */
public class mm {
public static void main(String[] args){
    for (int i = 5; i >=1; i--) {
        for (int j = 0; j < 10; j++) {

        }
        System.out.print(i);

    }

 
}
}



Selasa, 19 Juni 2012

MASUKNYA TASAWUF DI INDONESIA


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Kajian tasawuf Nusantara adalah merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kajian Islam di Indonesia. Sejak masuknya Islam di Indonesia telah tampak unsur tasawuf yang mengisi kehidupan beragama masyarakat Indonesia, bahkan saat inipun kajian mengenai tasawuf masih menjadi bagian yang tak terpisahkan dari Indonesia, dapat dibuktikan dengan semakin maraknya kajian Islam.
Menurut Dr. Alwi Shihab, tasawuf adalah faktor terpenting bagi tersebarnya Islam secara luas di Asia Tenggara. Meski setelah itu terjadi perbedaan pendapat mengenai kedatangan tarekat, apakah bersamaan dengan masuknya Islam atau datang kemudian. Perbedaan yang sama terjadi pula mengenai tasawuf falsafi yang diasumsikan sebagai sumber inspirasi bagi penentuan metode dakwah yang dianut dalam penyebaran Islam tersebut.
Maka dari itu dalam makalah ini kami akan menjabarkan mengenai bagaiamana tasawuf yang bekembang di Indonesia.

B.     Rumusan Masalah
1.      Masuknya islam ke Indonesia
2.      Masuknya tasawuf ke Indonesia
3.      Pemikiran tokoh tasawuf di Indonesia




BAB II
PEMBAHASAN

A.    Masuknya Islam ke Indonesia[1]
Kapan persisnya Islam pertama kali masuk ke Indonesia? Sebagian besar orientalis berpendapat bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-7 H dan 13 H. Pendapat itu didasarkan pada dua asumsi: pertama, bersamaan dengan jatuhnya Baghdad pada 656 M di tangan penguasa Mongol yang sebagian besar ulamanya melarikan diri hingga ke Kepulauan Nusantara, kedua, ditemukannya beberapa karya sufi pada abad ke-7 H. Menurut Dr. Alwi Shihab, asumsi itu tak bisa diterima. Bagi dia, justru Islam pertama kali masuk ke Nusantara pada abad pertama Hijriyah. Yakni, pada masa pedagang-pedagang sufi-Muslim Arab memasuki Cina lewat jalur laut bagian barat. Kesimpulan itu didasarkan pada manuskrip Cina pada periode Dinasti Tang. Manuskrip Cina itu mensyaratkan adanya permukiman sufi-Arab di Cina, yang penduduknya diizinkan oleh kaisar untuk sepenuhnya menikmati kebebasan beragama.
Cina yang dimaksudkan dalam manuskrip pada abad pertama Hijriyah itu tiada lain adalah gugusan pulau-pulau di Timur Jauh, termasuk Kepulauan Indonesia. Dari laporan jurnalistik Cina itu pula kita mendapati informasi baru bahwa ternyata jalur penyebaran Islam mula-mula di Indonesia bukanlah dari tiga jalur emas (Arab, India, dan Persia) sebagaimana tertulis dalam buku-buku sejarah selama ini, melainkan dari Arab langsung. Itu seperti dinyatakan kedua orientalis terkemuka, GH Niemn dan PJ Velt bahwa orang-orang Arab-lah pelopor pertama memperkenalkan Islam di Kepulauan Nusantara. Yakni dari keturunan Ahmad ibn Isa al-Muhajir Alawi.

B.     Masuknya Tasawuf ke Indonesia
Tasawuf merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari pengkajian islam di Indonesia, Irak Palestina dan lain-lain. Sejak Masuknya islam ke Indonesia, unsur  tasawuf  telah mewarnai kehidupan keagamaan masyarakat, bahkan hingga saat inipun, nuansa tasawuf masih kelihatan menjadi bagian yang tidak terhapurkan dari pengalaman keagaaan kaum muslis di Indonesia[2].
Bila membicarakan tentang sejarah dan pemikiran tasawuf di indonesia, aceh memainkan peran yang sangat penting. karena aceh merupakan wilayah yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah indonesia khususnya , umumnya dengan malaysia, thailand, brunei darussalam, dan negara semenanjung malaya.untuk itu tentang sejarah pemikiran tasawuf di indonesia, aceh menempati posisi pertama dan strategis, karena nantinya akan mewarnai perkembangan tasawuf di indoensia secara keseluruhan. Menelusuri mewabahnya aliran ini di Indonesia, maka hal ini tidak lepas dari pada peran andil orang-orang yang melakukan study ( belajar ) ke negara Timur tengah. Diantara para pelopor berkembangnya aliran tasawuf di Indonesia, sebagaimana yang disebutkan dibeberapa literatur diantaranya adalah : Nuruddin Ar Raniri ( wafat tahun 1658 M ), Abdur Rauf As Sinkili (1615 -1693 M ), Muhammad Yusuf Al makkasary ( 1629-1699 M ). Mereka ini belajar di kota Makkah[3].
Abdurrauf As-sinkili setelah belajar beberapa lama kemudian diangakat sebagai khalifah Tarekat Syatariyah oleh Muhammad Al Quraisy. Dirinya kembali ke Aceh setelah gurunya meninggal. Keberadaanya di tanah Aceh cukup dipandang oleh para penduduk bahkan dijadikan sebagai panutan dimasyarakat, bermodal kepercayaan yang telah diberikan masyarakat kepadanya serta kegigihan murid-muridnya, maka dengan mudahnya ia berhasil mengembangkan ajaran Thariqot sufiyahnya dengan perkembangan yang sangat pesat hingga paham itu tersebar sampai ke Minang kabau ( Sumatra Barat ). Salah satu murid Abdur Rouf as Sinkili yang berhasil menyebarkan paham ini adalah Burhanuddin. Demikianlah jejak pemahaman yang ditinggalkan oleh As Sangkili yang berkembang pesat ditanah Minang yang terkenal dengan religiusnya itu..
As-Sinkili meningggal dan dikuburkan di Kuala, mulut sungai Kapuas. Tempat tersebut kini menjadi tempat ziarah yang banyak dikunjungi banyak orang.
Sedang Muhamad Yusuf Al Makasary setelah bertemu dengan gurunya yakni Syaikh Abu Barakat Ayyub bin Ahmad bin Ayyub Al Kholwati Al Khurosy As Syami Ad Dimasqy, kemudian diberi otoritas untuk menjadi kholifah bagi aliran Thariqot Kholwatiyah dan diberi gelar dengan Taj Al Kholwati ( Mahkota Kholwati ). Setelah kembali ke Aceh ia pun mulai mengembangkan paham Kholwatiyah ditanah Rencong ini.
Adapun Nuruddin Muhammad bin Ali bin Muhammad Ar-Raniri (Ar-raniri) masuk ketanah Aceh pada masa kekuasaan sultan Iskandar muda. Tapi Pada masa itu yang berperan sebagai mufti kerajaan adalah Syamsudin As-Sumatrani, putra kelahiran Aceh, beliau adalah murid hamzah Fansuri dan mendapatkan pendidikan kesufian dari hamzah Fansuri yang diberi gelar ulama' dan berpemahaman Sufi Wujudiyah. Dikarenakan kedudukan yang disandangnya cukup strategis, maka dengan mudah ia mengembangkan paham yang dianutnya itu. Syamsudin ini bekerjasama dengan Hamzah Fansuri, seorang ulama' yang banyak mengekspresikan pemahamannya melalui keindahan kata ( prosa ).
Dan dari beberapa catatan literatur diperoleh informasi, bahwa orang-orang Indonesia dan Melayu yang study di Timur Tengah, kemudian pulang ke Nusantara dan menyebarkan ajaran tasawwuf (tarekat) masih banyak lagi. Ada beberapa nama yang perlu di sebutkan disini mengingat keterkaitannya dalam penyebaran tarekat di Indonesia yang hingga sekarang ajarannya masih berujud. Mereka adalah Abdus Shomad al Palimbani dan Muhammad Arsyad al Banjari (1710,1812 M). Nama terakhir ini termasuk yang mampu merombak wajah Kerajaan Banja di Kalimantan Selatan. Bahkan karya bukunya yang banyak dikaji di beberapa wilayah Indonesia dan Asia Tenggara, Sabil Al Muhtadiin, kini diabadikan sebagai nama masjid besar di Kota Banjar Masin.
Pendapat yang berkembang dikalangan Ahlu Tarekat, dewasa ini di Indonesia bekembang dua macam kelompok tarekat, yaitu tarekat mu'tabarah dan ghairu mu'tabarah. Beberapa kelompok yang tergolong mu'tabarah seperti; Qodariyah, Naqsyabandiyah, Tijaniyah, Syathariyah, Syadzaliyah, Khalidiyah, Samaniyah dan Alawiyah. Dari sekian banya Thariqot mu'tabarah (berdasarkan muktamar NU di pekalongan tahun 1950, dinyatakan 30 macam Thariqot yang di nilai mu'tabarah ), Thariqot Naqsabandiyah - Qodariyah merupakan yang terbesar[4].

C.    Pemikiran Tokoh  Tasawuf di Indonesia
Sejarah islam dan berbagai cabangnya, termasuk sejarah tasawuf dan pengikutnya sangat penting untuk diperkenalkan dan dibahas, diantaranya adalah mengenai tokoh-tokoh dari ajaran tasawuf di Indonesia ini. Karena, tasawuf terus mengalami perkembangan dan memberi pengaruh penting di Indonesia. Sejak permulaan sejarah Islam di wilayah tersebut hingga hari ini, selama beberapa abad permulaan sejarah, terutama pada abad ke-10 H/ 16 M dan ke-11/ 17 M, tasawuf memainkan peranan terbesar dan paling menentukan dalam membentuk pandangan religius, spiritual, dan intelektual di kepulauan Indonesia dan kepulauan disekitarnya.
Disini kami akan menjabarkan tentang beberapa tokoh-tokoh ulama tasawuf di Indonesia. Diantaranya Syeikh Hamzah Fansuri, Syeikh Nawawi al- Bantani, Syeikh H. Abdul Malik Karim  Amrullah (HAMKA), Walisongo dan Syeikh Siti Jenar.
1.      Syeikh Hamzah Fansuri
Hamzah Fansuri dilahirkan di kota Barus atau Fansur, sekarang merupakan kota kecil Pantai Barat Sumatra, antara Sibolga (Sumatra Utara) dan Singkel (Aceh Selatan). Hamzah Fansuri belajar di berbagai tempat, seperti; Aceh, Jawa, Tanah Melayu, India, Persia, Arab, dsb. Diantara guru yang paling berpengaruh adalah Ibrahim Bin Hasan al- Kurani (Madinah). [5]
Keahlian beliau terletak pada bidang ilmu fiqh, tasawuf, mantiq, sejarah, filsafat, dan sastra. Di bidang tasawuf misalnya, beliau merupakan salah seorang ulama yang mengajarkan Wahdatul Wujud. Jalan pikiran tasawufnya banyak dipengaruhi oleh Ibnu Arabi, Abdul Karim Jili, Husain Mansur al-Hallaj, al-Bistami, Fariduddin Attar Jalaluddin Rumi, Syah Nikmatullah, dan lain-lain. Kecenderungannya terhadap mereka bisa dilihat ketika ia mengajarkan bahwa Tuhan lebih dekat daripada urat leher manusia sendiri, dan bahwa Tuhan tidak bertempat, sekalipun sering dikatakan bahwa Ia ada di mana-mana. Seperti ayat berikut:
1.      ÙˆَÙ†َØ­ْÙ†ُ Ø£َÙ‚ْرَبُ اِÙ„َÙŠْÙ‡ِ Ù…ِÙ†ْ Ø­َبْÙ„ِ الْÙˆَرِÙŠْدِ
  …Dan Kami lebih dekat kepadanya (manusia) daripada urat lehernya. Beliau memaknai ayat itu, adalah ”Kami terlebih dekat-yakni bercampur dan mesra, serta bersatu wujud Allah dengan insan-daripada urat lehernya”. Akan tetpi, beliau menolak ajaran pranayama dalam agama Hindu yang membayangkan Tuhan berada di bagian tertentu seperti ubun-ubun yang dipandang sebagai jiwa dan dijadikan tiik konsentrasi dalam uaha mencapai persatuan. Meski demikian, Hamzah juga mengembangkan ajaran-ajaran tersebut berdasarkan pengalaman rohaniahnya sendiri.
Beliau juga menguasai bahasa Arab, Persia, Urdu, dan merupakan penulis yang produktif, yang menghasilkan bukan hanya risalah- risalah keagamaan, tapi juga karya- karya prosa yang sarat dengan gagasan- gagasan mistis. Beberapa buku-buku syairnya, antara lain; Syair Burung Pingai, Syair Dagang, Syair Pungguk, Syair Sidang Faqir, Syair Ikan Tongkol, dan Syair Perahu. Adapun karangan-karangannya dalam bentuk kitab ilmiah, antara lain; Asrarul ’Arifin, Fii Bayaani ’Ilmis Suluuki wat Tauhid, Syarbul ’Asyiqin, Al- Muhtadi, Ruba’i Hamzah al  Fansur.
2.      Syeikh Nawawi al- Bantani[6]
Syekh Nawawi bukan ulama yang ahli dalam sau bidang ilmu saja, bahkan Abdurrahman Mas’ud menyebut dia sebagai ”Kiai Intelektual Ensklopedi”. Ilmu yang dia ajarkan hampir semua cabang ilmu agama Islam seperti fiqh, tauhid, tata bahasa Arab, dan bahkan tafsir al-Qur’an. Sesudah menuntut ilmu selama 30 tahun dari para ulama dan tinggal di Makkah, Syekh Nawawi tidak saja mampu membaca al-Qur’an secara sempurna, tetapi juga menghapalkannya. Banyak murid belajar tafsir kepadanya, diantaranya adalah K.H Hasyim Asy’ari (pendiri NU dan Pahlawan nasional), K.H Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadyah), dan Kiai Kholil Bangkalan (tokoh kharismatik dari Madura). Mereka kemudian meminta syekh untuk membukukan tafsir al-Qur’an yang dia ajarkan kepada mereka. Kitab tafsirini pada akhirnya terbit dan dikenal sebagai Tafsir Marah Labid atau Tafsir al-Munir atau Tafsir an-Nawawi.
Tidak seperti sufi Indonesia lainnya yang lebih banyak porsinya dalam menyadur teori-teori genostik Ibnu Arabi, Nawawi justru menampilkan tasawuf yang moderat antara hakikat dan syariat. Dalam formulasi pandangan tasawufnya tampak terlihat upaya perpaduan antara fiqh dan tasawuf. Ia lebih Gazalian (mengikuti Al-Ghazali) dalam hal ini. Bagi Nawawi Tasawuf berarti pembinaan etika (Adab). Penguasaan ilmu lahiriah semata tanpa penguasaan ilmu batin akan berakibat terjerumus dalam kefasikan, sebaliknya seseorang berusaha menguasai ilmu batin semata tanpa dibarengi ilmu lahir akan terjerumus ke dalam zindiq. Jadi keduanya tidak dapat dipisahkan dalam upaya pembinaan etika atau moral (Adab)
3.      Syeikh H. Abdul Malik Karim  Amrullah (HAMKA)[7]
Beliau aktif dalam soal keagamaan dan politik, selain itu ia merupakan seorang wartawan, penulis, editor, dan penerbit.. Sejak tahun 1920-an, ia menjadi wartawan  beberapa buah akhbar seperti Pelita Andalas, Seruan Islam, Bintang Islam dan Seruan Muhammadiyah.Pada yahun 1928, ia menjadi editor dan menerbitkan majalah al-Mahdi di Makassar.
Untuk menimbulkan persepsi yang berbeda di kalangan khalayak ramai tentang tasawuf, Hamka kemudian memunculkan istilah tasawuf modern. Hal ini berdasar pada prinsip tauhid, bukan pencarian pengalaman mukasyafah. Jalan tasawufnya dibangun lewat sikap zuhud yang dapat dirasakan melalui peribadatan resmi. Penghayatan tasawufnya berupa pengalaman takwa yang dinamis, bukan keinginan untuk bersatu dengan Tuhan (univate state), dan refleksi tasawufnya berupa penampakan semakin tingginya semagat dan nilai kepekaan social-relligius (social keagamaan), bukan karena ingin mendapatkan karamah (kekeramatan) yang bersifat magis, metafisis, dan yang sebagainya. Konsep-konsep tasawuf yang diterangkan Hamka sangat dinamis. Ia memahami tasawuf dengan pemahaman yang lebih tepat dengan roh dan semangat ajaran Islam. Hamka tidak memahami tasawuf sebagaimana gerakan tarekat dan sufistik pada umumnya. Tasawuf model Hamka ini menandingi tasawuf tradisional yang cenderung membawa bibit-bibit ke-bid’ah-an, khurafat, dan kesyirikan. Sementara Hamka adalah ulama modernis (Mujaddid) yang begitu anti dengan hal-hal tersebut. Dengan demikian, dapat dikatakan, corak tasawuf Hamka adalah tasawuf pemurnian.
Tahun 1962 Hamka mulai menafsirkan al-Qur’an, yakni “Tafsir al-Azhar” 30 juz (5 jilid). Tafsir ini sebagian besar dapat terselesaikan selama di dalam tahanan. (Hari senin tanggal 12 Ramadhan 1385, bertepatan dengan 27 Januari 1964 sampai Juli 1969). Bulan Juli 1975, Musyawarah Alim Ulama Seluruh Indonesia dilangsungkan. Hamka dilantik sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia pada tanggal 26 Juli 1975 bertepatan dengan 17 Rajab 1395 M.
Hamka telah berpulang ke Rahmatullah pada 24 Juli 1981, namun jasa dan pengaruhnya masih terasa sehingga kini dalam memartabatkan agama Islam
4.      Walisongo
Maraknya pengajian tasawuf dewasa ini, dan kian bertambahnya minat masyarakat terhadap tasawuf memperlihatkan bahwa sejak awal tarikh Islam di Nusantara, tasawuf berhasil memikat hati masyarakat luas. Dalam banyak buku sejarah diuraikan bahwa tasawuf telah mulai berperanan dalam penyebaran Islam sejak abad ke-12 M. Peran tasawuf kian meningkat pada akhir abad ke-13 M dan sesudahnya, bersamaan munculnya kerajaan Islam pesisir seperti Pereulak, Samudra Pasai, Malaka, Demak, Ternate, Aceh Darussalam, Banten, Gowa, Palembang, Johor Riau dan lain-lain. Itu artinya Wali Songo yang sangat berperan dalam penyebaran Islam di Indonesia khususnya Tanah Jawa, mempunyai andil yang besar dalam mengajarkan tasawuf kepada masyarakat.
Pada abad ke-12 M, peranan ulama tasawuf sangat dominan di dunia Islam. Hal ini antara lain disebabkan pengaruh pemikiran Islam al-Ghazali (wafat 111 M), yang berhasil mengintegrasikan tasawuf ke dalam pemikiran keagamaan madzab Sunnah wal Jamaah menyusul penerimaan tasawuf di kalangan masyarakat menengah. Hal ini juga berlaku di Indonesia, sehingga corak tasawuf yang berkembang di Indonesia lebih cenderung mengikuti tasawuf yang diusung oleh al-Ghazali, walaupun tidak menutup kemungkinan berkembang tasawuf dengan corak warna yang lain.

Abdul Hadi W. M. dalam tesisnya menulis : “Kitab tasawuf yang paling awal muncul di Nusantara ialah Bahar al-Lahut (lautan Ketuhanan) karangan `Abdullah Arif (w. 1214). Isi kitab ini banyak dipengaruhi oleh pemikiran yang wujudiyah Ibn `Arabi dan ajaran persatuan mistikal (fana) al-Hallaj”. Ini menunjukan bahwa bahwa disamping tasawuf sunni juga berkembang tasawuf falsafi di masyarakat. Sehingga sejarah mencatat di samping Wali Songo sebagai pengusung tasawuf sunni juga muncul Syekh Siti Jenar sebagai penyebar tasawuf falsafi dengan ajaran ‘manunggaling kawula gusti’. Dengan demikian secara garis besar aliran tasawuf yang berkembang pada zaman Wali Songo dapat dikelompokan menjadi dua,yaitu:
 1.
Tasawuf Sunni[8]

Tasawuf sunni adalah bentuk tasawuf yang memagari dirinya dengan Al-Qur'an dan Al Hadits secara ketat, serta mengaitkan ahwal (keadaan) dan maqamat (tingkat rohaniah) mereka pada dua sumber tersebut. Tasawuf sunni adalah tasawuf yang mengedepankan praktis, maka termasuk di dalamnya tasawuf akhlaki dan amali. Dalam tasawuf sunni terdapat tiga langkah utama yang yang harus dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT :
·         Senantiasa mengawasi jiwa (muraqabah) dan menyucikannya dari segala kotoran.
Firman Allah SWT: "Dan jiwa serta penyempurnaan (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya rugilah orang yang mengotorinya". [Asy-Syams : 7-10]
·         Memperbanyak zikrullah.
Firman Allah SWT: "Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya". [Al-Ahzab: 41]. Sabda Rasulullah SAW "Senantiasakanlah lidahmu dalam keadaan basah mengingat Allah SWT".
·         Zuhud di dunia, tidak terikat dengan dunia dan gemarkan akhirat.
Firman Allah SWT: "Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sesungguhnya kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?". (Al-Anaam : 32)

2. Tasawuf Falsafi[9]

Tasawuf Falsafi adalah sebuah konsep ajaran tasawuf yang mengenal Tuhan (ma'rifat) dengan pendekatan rasio (filsafat) hingga menuju ke tinggkat yang lebih tinggi, bukan hanya mengenal Tuhan saja (ma'rifatullah) melainkan yang lebih tinggi dari itu yaitu wihdatul wujud (kesatuan wujud). Bisa juga dikatakan tasawuf filsafi yakni tasawuf yang kaya dengan pemikiran-pemikiran filsafat.
Di dalam tasawuf falsafi metode pendekatannya sangat berbeda dengan tasawuf sunni, kalau tasawuf sunni lebih menonjol kepada segi praktis, sedangkan tasawuf falsafi menonjol kepada segi teoritis sehingga dalam konsep-konsep tasawuf falsafi lebih mengedepankan asas rasio dengan pendektan-pendekatan filosofis, yang ini sulit diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari khususnya bagi orang awam, bahkan bisa dikatakan mustahil.

5.      Konsentrasi Tasawuh Syeikh Siti Jenar[10]
Salah satu bagian ajaran yang disampaikan Syek Siti Jenar adalah ajaran "Sangkan Paraning Dumadi" artinya asal dari segala ciptaan. Menurut Syek Siti Jenar bahwa pangkal dari segala ciptaan adalah Dzat Wajibul Wujud yang tak terdefiniskan yang diberi istilah "awang uwung" (Ada tetapi Tidak Ada, Tidak Ada tetapi Ada) yang keberadaannya hanya mungkin ditandai oleh kata "tan kena kinaya ngapa" yang disebut dalam Al Quran "Laisa Kamitslihi Syaiun" artinya " tidak bisa dimisalkan dengan sesuatu”. Inilah tahap Ahadiyah. Dari keberadaan Yang Tak Terdefinisikan itulah Dzat Wajibul Wujud. Yang Tak Terdefinisikan mewahyukan Diri sebagai Pribadi Ilahi yang disebut Allah. Inilah tahap Wahdah dimana Yang Tak Terdefinisikan mewahyukan diri menjadi Rabbul Arbab. Dari tahap wahdah ini kemudian mewahyukan Diri sebagai Nur Muhammad. Inilah tahap Wahidiyah dimana Yang Tak Terdefinisikan mewahyukan diri sebagai Rabb. Nur Muhammad ini kemudian mewahyukan Diri menjadi semua ciptaan yang disebut mahluk, baik yang kasat mata maupun tidak kasat mata.
Dengan pandangan itu konsep keesaan (tauhid) Ilahi yang diajarkan Syekh Siti Jenar tidak bisa disebut wahdatul wujud, karena di dalam doktrinnya disebutkan bahwa "Dia Yang Esa sekaligus Yang Banyak (al wahid al katsir), Dia adalah Yang Wujud secara bathin dan Yang Maujud secara dhahir, sehingga disebut Yang Wujud sekaligus Yang Maujud (Ad-Dhahir Al Bathin)".
Berbagai pandangan muncul dalam memberi tanggapan terhadap tasawuf Syekh Siti Jenar dengan ajaran “manunggaling kawula gusti”-nya, diantaranya :
1. Menganggap Syekh Siti Jenar Sesat, dengan alasan ajaran tasawufnya telah tercampuri ajaran filsafat, yang mengatakan bahwa makhluk itu merupakan pancaran dari sang Khalik (Teori Emanasi), sehingga dia berani menyatakan diri sebagai tuhan karena dirinya mewarisi sifat-sifat tuhan.

2. Menganggap Syekh Siti Jenar Tidak Sesat, dengan alasan ajaran Syekh Siti Jenar lebih memberikan tekanan pada filsafat ketuhanan dan filsafat kebenaran dengan kata lain bukan lagi berhenti pada tataran syariat, tetapi telah melangkah pada tataran yang lebih tinggi yakni hakekat. Sebagaimana diketahui tahapan tasawuf itu meliputi syariat, tarekat, hakekat dan makrifat. Hanya saja ketika ajaran ini disampaikan kepada orang awam maka akan menimbulkan penafsiran yang berbeda tentang Tuhan. Karena itu Wali Songo sepakat untuk melenyapkan Syekh Siti Jenar dalam rangka melindungi pemahaman ketauhidan mayoritas orang awam pada saat itu.

BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Seiring dengan masuk dan berkembangnya agama islam di Indonesia, tasawuf juga mengalami perkmbangn yang sangat pesat. Di Indonesia sendiri tasawuf terpecah menjadi dualiran yaitu tasawuf suni dan tasawuf falsafi.
Karena perkembangannya sangat pesat, maka banyak bermunculan aliran-aliran tarekat untuk mempelajari tasawuf.
Perkembangan taswuf di Indonesia mempunyai hakikat tujuan yakni islamisasi penduduk Indonesia yang masih menganut kepercayaan tradisional yang bersifat animisme, dinamisme dengan pengaruh mistiknya, sementara itu tasawuf digunakan oleh para wali untuk mengadakan pendekatan dengan masyarakat. Perkembangan tasawuf bukan hanya di pulau jawa akan tetapi di pulau-pulau lain kepulauan nusantara.
Berdasarkan hal diatas , perkembangan Islam di Indonesia sangat terkait sejarah dan pemikirian tasawuf. Atau dengan kata lain penyebaran Islam di Nusantara tidak dapat dipisahkan dari tasawuf. Bahkan " Islasm Pertama " yang dikernal di Nusantara ini sesungguhnya adalah Islam yang disebarkan dengan sufistik. Para penyebar Islam di Indonesia itu umunya pada Da'i yang memiliki pengetahuan dan pengamalan tasawuf. Dianatar mereka juga banyak yang menjadi pangamal dan penyebar tarekat di Indonesia.



Daftar Pustaka
Dr. H. Abuddin Nata, M.A. AKHLAK TASAWUF. PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta:2002
Dr. Hj. Sri Mulyati, MA. Mengenal & Memahami Tarekat-Tarekat Muktabarah di Indonesia. Prenada Media, Jakarta:2005
Dr. Hj. Sri Mulyati, MA.Tasawuf Nusantara RangkaianMutiara Sufi Terkemuka. Prenada Media, Jakarta:2005
Drs. Kharisudin Aqib, M.Ag. Al Hikmah Memahami Theosofi Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah. Dunia Ilmu Offset:1998
Drs. Mahyuddin. Kuliah Akhlak Thaswuf. Kalam Mulia, Jakarta:2005
Prof Dr. Ahmad Daudy, MA. Tasawuf Aceh.  Bandar Publishing, Aceh;2008.
http://daritemanuntukteman.blogspot.com/2009/07/sebuah-catatan-kecil-dari-tasawuf-di.html
Sri Mulyani,Tasawuf Nusantara, Kencana, Jakarta, 2006, hal, 1
http://izubed.blogspot.com/2012/05/perkembangan-tasawuf-dan-tarekat.html
http://taurylubiz.blogspot.com/2011/05/tokoh-tokoh-tasawwuf-di-indonesia.html
http://jawharie.blogspot.com/2010/12/perkembangan-tasawuf-pada-zaman-wali.html




[1] http://daritemanuntukteman.blogspot.com/2009/07/sebuah-catatan-kecil-dari-tasawuf-di.html
[2] Sri Mulyani,Tasawuf Nusantara, Kencana, Jakarta, 2006, hal, 1
[3] http://izubed.blogspot.com/2012/05/perkembangan-tasawuf-dan-tarekat.html
[4] http://izubed.blogspot.com/2012/05/perkembangan-tasawuf-dan-tarekat.html
[5] http://taurylubiz.blogspot.com/2011/05/tokoh-tokoh-tasawwuf-di-indonesia.html
[6] http://taurylubiz.blogspot.com/2011/05/tokoh-tokoh-tasawwuf-di-indonesia.html
[7] http://taurylubiz.blogspot.com/2011/05/tokoh-tokoh-tasawwuf-di-indonesia.html
[8] http://jawharie.blogspot.com/2010/12/perkembangan-tasawuf-pada-zaman-wali.html
[9] http://jawharie.blogspot.com/2010/12/perkembangan-tasawuf-pada-zaman-wali.html
[10] http://jawharie.blogspot.com/2010/12/perkembangan-tasawuf-pada-zaman-wali.html