inyal rada mengerikan di kos yang
baru,.. jadi kemungkinan ga bisa ngeblog nii slma 1 semester L. Ohya kali ini aku mau
share tentang perayaan hari besar islam di desaku. Tapi sebelumnya aku bakal
ngenalin desaku ke kalian .
“Airkuning”.. yap itu namanya. Desa
airkuning adalah sebuah desa pesisir yang berhadapan dengan selat bali sebagai
batas wilayah selatannya. Batas wilayah di bagian timur ada desa yeh kuning
yang dalam bahasa Indonesia yeh=air, jadi desaku dengan yeh kuning memiliki arti
yang sama , batas barat adalah desa perancak , untuk wilayah utara aku kurang
begitu tahu soalnya untuk bagian wilayah ini ada hamparan hutan yang cukup
luas. Mayoritas masyarakat desaku berprofesi sebagai nelayan dengan hasil
tangkapan yang lumayan khas, yaitu ikan layur . Jadi ga heran kalo pemandangan
pesisir kami di penuhi dengan jukung jukung kecil. Bahasa asli adalah bahasa
bali kasar. Dan mayoritas masyarakatnya beragama islam, kalo di presentase kan
menurut presentase kirra kira yaitu sekitar 80 % islam dan sisanya hindu.. dan
setahuku ga ada selain dari kedua ini. Ibuku kerja di kantor desa sebagai salah
satu kaur.. kalo ga salah inget kaur pemberdayaan masyarakat jadi aku tahu
banyak seluk beluknya. Cz kalo libur atau sore sore sering di ajak keliling-
keliling desa
Menurut cerita dari bapak-ku bahwa pertama kali islam masuk ke bali yaitu dari desaku ini. Tapi banyak juga pendapat yang mengatakan bahwa islam pertama kali masuk yaitu di loloan atau di karangasem. Bapakku memang pengingat sejarah yang baik, sejarah yang dari masa kerajaaan kuno dia masih ingat dan tau betul seluk beluknya bahkan yang di sembunyikan dari sejarah, dengan dalih di ceritakan turun temurun dari kakekku , kadang aku males denger bapak cerita setiap tempat yang di lewati.
Menurut cerita dari bapak-ku bahwa pertama kali islam masuk ke bali yaitu dari desaku ini. Tapi banyak juga pendapat yang mengatakan bahwa islam pertama kali masuk yaitu di loloan atau di karangasem. Bapakku memang pengingat sejarah yang baik, sejarah yang dari masa kerajaaan kuno dia masih ingat dan tau betul seluk beluknya bahkan yang di sembunyikan dari sejarah, dengan dalih di ceritakan turun temurun dari kakekku , kadang aku males denger bapak cerita setiap tempat yang di lewati.
Oke terlepas dari itu semua
sekarang aku mau cerita tujuan utama aku nulis ini.. hehe J. Perayaan Hari besar
islam di desaku ga berbeda jauh dengan kebudayaan di jawa … ya seenggaknya ada
yang di lakukan. Bulan muharram warga disini melaksanakan perayaan dan
menghadirkan penceramah. Berlanjut ke bulan safar , perayaanya dengan
makan bersama di pantai dengan menu yang sama yaitu ketupat dengan sager
(olahan dari parutan kelapa) tapi sudah lama budaya ini hilang atau aku yang ga
pernah ikut ya?? Hehe.. terakhir kali aku kepantai untuk makan itu pas SD .
setelah –nya mungkin ga pernah, soalnya bapak ku bukan nelayan jadi walaupun
rumah ku dekat dengan pantai tapi kesana hanya sekali kali saja. Teman teman
ada yang pernah makan sager? Rasanya enak sekali di padukan dengan ketupat.
Hehe J .
Selanjutnya Rabiul awal atau lebih dikenal dengan bulan mauled, bulan di
mana rasulullah di lahirkan pada tahun gajah tepat pada tanggal 12 …. Pada
bulan ini perayaan mauled disini dengan pajegan atau dalam bahasa loloannya
male (dibacanya ga usah pake engllish ya.. jadi MALE biasa.hehe) yaitu telur
hias, tapi hiasannya bukan hanya telur yang di gambar teman teman melainkan sekumpulan telur di jadikan suatu
bentuk dengan tambahan kertas jingga , contoh bentuknya yaitu pohon, bunga,
hewan dan lain lain sesuai kreatifitas masing masing. Pajegan di bentuk di
rumah kemudian di bawa ke musholla atau masjid yang sedang merayakan mauled.. 1
pajegan rata rata berisi 150 an telur dan telurnya di bagikan ke seluruh warga
yang hadir, pembagiannya tertib jadi ga kayak grebeg mauled jogja. Biasanya
yang bikin pajegan ini adalah orang yang mempunyai anak bayi , tapi siapa aja
juga boleh membuat pajegan. Nah itu dari
segi makanan, kalo dari segi yang di lakukan sama aja yaitu membaca shalawat
dan di tutup dengan ceramah. Pada bulan dimn rasulullah melaksanakan isra miraj
(lupa niihh bulan apa yah??) masyarakat disini membaca cerita rasul ketika isra
miraj, yaitu di dalam kitab berbahasa melayu dan di akhiri dengan ceramah. Ada suatu bulan yang mana masyarakat disini
saling berbagi makanan dengan tetangga untuk selametan saudara mereka yang
telah meninggal, sajiannya di sebut roaha , dalam bahasa kami roah adlah
sejenis acara selamatan. Bulan ini adalah bulan sya’ban. Berlanjut ke bulan selanjutnya , yaitu
ramadhan.. dan seketika aku merindukan bulan ini teman . ga ada yang special di
bulan ini melainkan emang special dari bawaannya.. kami solat tarawih seperti
layaknya umat islam dan dari segala penjuru terdengar lantunan ayat alquran yang
di baca di masjid dan surau surau di desa kami. Mendekati hari raya ,sekitar
H-2 sampai hari H juga akan ada roaha lagi ni teman, hehe,, dan sajiannya lebih
istimewa tentunya. Saya jadi kayak wisata kuliner karena banyak masakan dari
tetangga disini.. mumpung ga ada saingannya. Soalnya kakak saya ga suka daging
ayam :D. Idul fitri atau tepatnya 1 syawal , hari kemenangan yang di tunggu oleh semua
orang islam di dunia, disini kami para pemuda-nya lebih utama yang putra akan
membangun semacam panggung kecil setiap 10 meter atau setiap ada kumpulan
pemuda, di panggug itu akan di taruh sound system selama 10 smpe 14 hari ke
depan jadi sampe hari ke 14 kadang masih saja kedengeran suara takbiran.**nice
moment guys** tapi yang jadi masalah adalah yang di putar bukan saja takbiran
,, seperti ada lagu wajib yang akan di putar anak anak sini yaitu remix nya
Lolita dan Lolot,grup band terkenal di bali. Jaddi setiap denger lagu lagu
Lolita dan lolot aq ingetnya lebaran.. ga nyambung kann??!!?? -_- . masih d bulan syawal.. tepat pada
keberangkatan jamaah haji sekolah islam di jembrana pulangnya akan cepet..
:D soalnya ada budaya ninjo haji,
berasal dari kata ninjau yang artinya memantau. Jadi kurang lebih artinya
memantau keberangkatan para jamaah haji meskipun itu bukan saudara, kadang di
jadikan moment untuk jalan jalan. Yang agak aneh tempat ninjo itu identik
dengan pura pulaki di buleleng, entah aku gatau cerita asal mulanya .. ngantar
jamaah hajinya sih nyampe gilimanuk .. jamaah haji otw ke Surabaya mungkin nanti
take offnya dari juanda, dan setelah itu karena waktunya masih pagi yang ninjo
ini main ke tempat wisata terdekat yaitu labuhan lalang dan pulaki. Nah sebelum
berangkat , selama dan sampai datangnya para jamaah ke rumahnya jamaah
pengajian disini akan mengadakan pengajian ke rumah yang sedang naik haji. Dan
idul adha sih ga jauh beda dengan idul fitri, cuman ga pake panging
lagi..hehe..soalnya liburnya Cuma 2 smpe 3 hari kalo sekolah islam kalo sekolah
umum ga ada liburnya .. hehe… .
Sekian dari saya,kalo temen2 ada
yang mau meninjau sendiri dan merasakan rasanya islam di bali, silahkan main
main aja kesini .hehe ..wassalam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar