Selasa, 26 Februari 2013

Hari besar islam di desaku


inyal rada mengerikan di kos yang baru,.. jadi kemungkinan ga bisa ngeblog nii slma 1 semester L. Ohya kali ini aku mau share tentang perayaan hari besar islam di desaku. Tapi sebelumnya aku bakal ngenalin desaku ke kalian .
“Airkuning”.. yap itu namanya. Desa airkuning adalah sebuah desa pesisir yang berhadapan dengan selat bali sebagai batas wilayah selatannya. Batas wilayah di bagian timur ada desa yeh kuning yang dalam bahasa Indonesia yeh=air, jadi desaku dengan yeh kuning memiliki arti yang sama , batas barat adalah desa perancak , untuk wilayah utara aku kurang begitu tahu soalnya untuk bagian wilayah ini ada hamparan hutan yang cukup luas. Mayoritas masyarakat desaku berprofesi sebagai nelayan dengan hasil tangkapan yang lumayan khas, yaitu ikan layur . Jadi ga heran kalo pemandangan pesisir kami di penuhi dengan jukung jukung kecil. Bahasa asli adalah bahasa bali kasar. Dan mayoritas masyarakatnya beragama islam, kalo di presentase kan menurut presentase kirra kira yaitu sekitar 80 % islam dan sisanya hindu.. dan setahuku ga ada selain dari kedua ini. Ibuku kerja di kantor desa sebagai salah satu kaur.. kalo ga salah inget kaur pemberdayaan masyarakat jadi aku tahu banyak seluk beluknya. Cz kalo libur atau sore sore sering di ajak keliling- keliling desa
                Menurut cerita dari bapak-ku bahwa pertama kali islam masuk ke bali yaitu dari desaku ini.  Tapi banyak juga pendapat yang mengatakan bahwa islam pertama kali masuk yaitu di loloan atau di karangasem. Bapakku memang pengingat sejarah yang baik, sejarah yang dari masa kerajaaan kuno dia masih ingat dan tau betul seluk beluknya bahkan yang di sembunyikan dari sejarah, dengan dalih di ceritakan turun temurun dari kakekku , kadang aku males denger bapak cerita setiap tempat yang di lewati.
Oke terlepas dari itu semua sekarang aku mau cerita tujuan utama aku nulis ini.. hehe J. Perayaan Hari besar islam di desaku ga berbeda jauh dengan kebudayaan di jawa … ya seenggaknya ada yang di lakukan. Bulan muharram warga disini melaksanakan perayaan dan menghadirkan penceramah. Berlanjut ke bulan safar , perayaanya dengan makan bersama di pantai dengan menu yang sama yaitu ketupat dengan sager (olahan dari parutan kelapa) tapi sudah lama budaya ini hilang atau aku yang ga pernah ikut ya?? Hehe.. terakhir kali aku kepantai untuk makan itu pas SD . setelah –nya mungkin ga pernah, soalnya bapak ku bukan nelayan jadi walaupun rumah ku dekat dengan pantai tapi kesana hanya sekali kali saja. Teman teman ada yang pernah makan sager? Rasanya enak sekali di padukan dengan ketupat. Hehe J . Selanjutnya Rabiul awal atau lebih dikenal dengan bulan mauled, bulan di mana rasulullah di lahirkan pada tahun gajah tepat pada tanggal 12 …. Pada bulan ini perayaan mauled disini dengan pajegan atau dalam bahasa loloannya male (dibacanya ga usah pake engllish ya.. jadi MALE biasa.hehe) yaitu telur hias, tapi hiasannya bukan hanya telur yang di gambar teman teman  melainkan sekumpulan telur di jadikan suatu bentuk dengan tambahan kertas jingga , contoh bentuknya yaitu pohon, bunga, hewan dan lain lain sesuai kreatifitas masing masing. Pajegan di bentuk di rumah kemudian di bawa ke musholla atau masjid yang sedang merayakan mauled.. 1 pajegan rata rata berisi 150 an telur dan telurnya di bagikan ke seluruh warga yang hadir, pembagiannya tertib jadi ga kayak grebeg mauled jogja. Biasanya yang bikin pajegan ini adalah orang yang mempunyai anak bayi , tapi siapa aja juga boleh membuat pajegan.  Nah itu dari segi makanan, kalo dari segi yang di lakukan sama aja yaitu membaca shalawat dan di tutup dengan ceramah. Pada bulan dimn rasulullah melaksanakan isra miraj (lupa niihh bulan apa yah??) masyarakat disini membaca cerita rasul ketika isra miraj, yaitu di dalam kitab berbahasa melayu dan di akhiri dengan ceramah.  Ada suatu bulan yang mana masyarakat disini saling berbagi makanan dengan tetangga untuk selametan saudara mereka yang telah meninggal, sajiannya di sebut roaha , dalam bahasa kami roah adlah sejenis acara selamatan. Bulan ini adalah bulan sya’ban.  Berlanjut ke bulan selanjutnya , yaitu ramadhan.. dan seketika aku merindukan bulan ini teman . ga ada yang special di bulan ini melainkan emang special dari bawaannya.. kami solat tarawih seperti layaknya umat islam dan dari segala penjuru terdengar lantunan ayat alquran yang di baca di masjid dan surau surau di desa kami. Mendekati hari raya ,sekitar H-2 sampai hari H juga akan ada roaha lagi ni teman, hehe,, dan sajiannya lebih istimewa tentunya. Saya jadi kayak wisata kuliner karena banyak masakan dari tetangga disini.. mumpung ga ada saingannya. Soalnya kakak saya ga suka daging ayam :D. Idul fitri atau tepatnya 1 syawal  , hari kemenangan yang di tunggu oleh semua orang islam di dunia, disini kami para pemuda-nya lebih utama yang putra akan membangun semacam panggung kecil setiap 10 meter atau setiap ada kumpulan pemuda, di panggug itu akan di taruh sound system selama 10 smpe 14 hari ke depan jadi sampe hari ke 14 kadang masih saja kedengeran suara takbiran.**nice moment guys** tapi yang jadi masalah adalah yang di putar bukan saja takbiran ,, seperti ada lagu wajib yang akan di putar anak anak sini yaitu remix nya Lolita dan Lolot,grup band terkenal di bali. Jaddi setiap denger lagu lagu Lolita dan lolot aq ingetnya lebaran.. ga nyambung kann??!!?? -_-  . masih d bulan syawal.. tepat pada keberangkatan jamaah haji sekolah islam di jembrana pulangnya akan cepet.. :D  soalnya ada budaya ninjo haji, berasal dari kata ninjau yang artinya memantau. Jadi kurang lebih artinya memantau keberangkatan para jamaah haji meskipun itu bukan saudara, kadang di jadikan moment untuk jalan jalan. Yang agak aneh tempat ninjo itu identik dengan pura pulaki di buleleng, entah aku gatau cerita asal mulanya .. ngantar jamaah hajinya sih nyampe gilimanuk .. jamaah haji otw ke Surabaya mungkin nanti take offnya dari juanda, dan setelah itu karena waktunya masih pagi yang ninjo ini main ke tempat wisata terdekat yaitu labuhan lalang dan pulaki. Nah sebelum berangkat , selama dan sampai datangnya para jamaah ke rumahnya jamaah pengajian disini akan mengadakan pengajian ke rumah yang sedang naik haji. Dan idul adha sih ga jauh beda dengan idul fitri, cuman ga pake panging lagi..hehe..soalnya liburnya Cuma 2 smpe 3 hari kalo sekolah islam kalo sekolah umum ga ada liburnya .. hehe… .
Sekian dari saya,kalo temen2 ada yang mau meninjau sendiri dan merasakan rasanya islam di bali, silahkan main main aja kesini .hehe ..wassalam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar