Sabtu, 01 Desember 2012

Stop Jangan Suruh Aku Lepas Jilbabku !!


By: Masiti Imrona
Tulisan ini aku tulis sekitar 5,5 tahun yang lalu.. waktu itu aku masih duduk di bangku kelas 2 SMA.
untuk kalian semua yang hidup dengan minoritas dan mencoba untuk tetap berada dalam iman. 
---------------------------------------------------------------------------------------------------
Perempuan berjilbab,, ada yang salah?? Atau ada yang tidak nyaman???
Tidak ada yang salah dari seorang perempuan yang menutup kepalanya dengan kain panjang dan lebar ,, bukankah itu adalah kewajiban seorang muslimah?.
Itulah fikirku. .... aku sangat berkeberatan dengan muslimah yang membenci jilbab , di mataku jilbab menjadikanku anggun dan terhormat.
          Masalah cinta,, memang aku tidak terlalu memikirkannya karena jodoh akan datang dengan sendirinya , dengan siapa , kapan dan dimana tempatnya.. emmm lebih tepatnya maksudku di mana aku dan dia akan bertemu .. aku sangat tidak mengetahuinya .. sangat sangat tidak tahu!!!!namun harapku, ia akan datang dengan cara yang istimewa , di tempat indah dan dengan orang yang tidak ku duga duga.Karena sejauh ini aku belum pernah merasakan jatuh cinta ,, pun sebaliknya ,, tidak ada yang menyukaiku!!! Karena jilbabkah semuanya ???? entahlah....... dan aku juga tidak mengharapkannya sekarang.Aku masih harus mengejar impianku yang tertunda oleh pelajaran yang harusku selesaikan kurang lebih 5,5 tahun lagi .Terhitung sejak saat ini,, ketika aku masih mengenakan seragam putih dan rok abu abu panjang di kelas sebelas ini sampai skripsi ku di al-azhar university kairo mesir selesai . Membuka usaha kecil kecilan di rumah hingga mendirikan sebuah wira usaha yang akan menampung beberapa pengangguran di desaku yang tentunya sesuai dengan syariat islam. (That is my dream and hope will be come true ,,, in the future,,, aminn) tidak tahu dari mana malaikat membisikkanku tentang tempat study itu, yang ku tahu al azhar merupakan universitas islam tertua
          Walaupun begitu aku banyak mengagumi orang yang menurutku pantas untuk ku kagumi. Namun bukan cinta. Atau aku yang tidak mengerti tentang cinta,,????? entahlah,,,
********
           Aku ingin menjalani hidupku sesuai dengan syariat islam seutuhnya. Aku sudah mencoba,, namun tetap saja belum 100% . walaupun aku bersekolah di Madrasah Aliyah tapi tetap harus bertemu dengan siswa putra yang mengharuskanku berinteraksi dengan mereka meski masih sangat dalam batas kewajaran ,,,,
          Belumku ceritakan sebelumnya ,,semenjak tercatat menjadi siswi kelas X di Madrasah Aliyah Negeri ini aku memang sudah aktif di organisasi .OSIS dan PRAMUKA. Tapi tidak akan ku ceritakan secara detail karena memang menurutku itu suatu hal terburuk dalam hidupku.
          1 niat ku ketika itu,, menjadikan sekolahku bisa lebih maju lagi dalam bidang non akademik, karena otakku tak mampu memecahkan berjuta turunan rumus fisika maupun menghitung hal yang tak seharusnya ku lakukan .MENGHITUNG GRAVITASI , MENGHITUNG PERCEPATAN dan apalah itu. Aku tidak mengerti semua . walaupun aku terdaftar siswi di kelas XI IPA 1 . kelas unggulan. Tapi tetap “trigonometri is my enemy”.
                                                No problem,,,,!!!!
          Sekedar mengingat ,,, sekitar 3 bulan yang lalu
Ketika itu aku masih kelas X . akan ada seleksi paskib kabupaten ,,,
Hemmm,,, sesuai dengan misiku, ”MENJADIKAN SEKOLAH LEBIH MAJU  DI BIDANG NON AKADEMIK” Aku mengikutinya karena aku tahu badanku sesuai dengan syarat yang sudah tertera di surat. Madrasah Aliyahku adalah sekolah satu satunya Madrasah yang aktif bergabung dengan berbagai kegiatan di SMA umum.Jadi jangan heran hanya kami yang memakai jilbab.
          Bersama 10 perwakilan lain aku menuju Gedung Olahraga kabupaten ,,
Awalnya aku berharap untuk lolos di seleksi paskib tersebut ,, aku optimis .
          Tapi takdir berkata lain , aku tidak lolos. Bahkan di seleksi pertama. Sedikit kaget. Aku bersyukur ada 3 orang perwakilan dari sekolahku yang lolos. Aku memiliki prinsip yang sama dengan kakak kelasku yang merupakan paskib kabupaten tahun 2008 .Sekedar mengabadikan , namanya “Rizka Elliyin” dia adalah panutanku. 
“MEMAJUKAN SEKOLAH HINGGA BISA BERSAING DENGAN SMA DI KABUPATENKU  DI BIDANG NON AKADEMIK” Karena di bidang akademik Madrasah aliyahku telah mampu bersaing sampai tingkat nasional.
          Sehari, 2 hari ,seminggu aku menyesalkan mengapa aku bisa tidak lolos. Akhirnya aku mengerti bahwa allah menyayangiku , ia tidak ingin aku melepas jilbabku. Satu pelajaran berharga dalam hidupku.Menambah keimanan dalam hatiku .
**JANGAN SURUH AKU LEPAS JILBABKU ya allah**

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar