By: Masiti Imrona
Tulisan ini aku tulis sekitar 5,5 tahun yang lalu.. waktu itu aku masih duduk di bangku kelas 2 SMA.
untuk kalian semua yang hidup dengan minoritas dan mencoba untuk tetap berada dalam iman.
---------------------------------------------------------------------------------------------------
Perempuan berjilbab,,
ada yang salah?? Atau ada yang tidak nyaman???
Tidak ada yang salah
dari seorang perempuan yang menutup kepalanya dengan kain panjang dan lebar ,,
bukankah itu adalah kewajiban seorang muslimah?.
Itulah fikirku. ....
aku sangat berkeberatan dengan muslimah yang membenci jilbab , di mataku jilbab
menjadikanku anggun dan terhormat.
Masalah cinta,, memang aku tidak
terlalu memikirkannya karena jodoh akan datang dengan sendirinya , dengan siapa
, kapan dan dimana tempatnya.. emmm lebih tepatnya maksudku di mana aku dan dia
akan bertemu .. aku sangat tidak mengetahuinya .. sangat sangat tidak
tahu!!!!namun harapku, ia akan datang dengan cara yang istimewa , di tempat
indah dan dengan orang yang tidak ku duga duga.Karena sejauh ini aku belum
pernah merasakan jatuh cinta ,, pun sebaliknya ,, tidak ada yang menyukaiku!!!
Karena jilbabkah semuanya ???? entahlah....... dan aku juga tidak mengharapkannya
sekarang.Aku masih harus mengejar impianku yang tertunda oleh pelajaran yang
harusku selesaikan kurang lebih 5,5 tahun lagi .Terhitung sejak saat ini,,
ketika aku masih mengenakan seragam putih dan rok abu abu panjang di kelas
sebelas ini sampai skripsi ku di al-azhar university kairo mesir selesai .
Membuka usaha kecil kecilan di rumah hingga mendirikan sebuah wira usaha yang
akan menampung beberapa pengangguran di desaku yang tentunya sesuai dengan
syariat islam. (That is my dream and hope will be come true ,,, in the
future,,, aminn) tidak tahu dari mana malaikat membisikkanku tentang tempat
study itu, yang ku tahu al azhar merupakan universitas islam tertua
Walaupun begitu aku banyak mengagumi
orang yang menurutku pantas untuk ku kagumi. Namun bukan cinta. Atau aku yang
tidak mengerti tentang cinta,,????? entahlah,,,
********
Aku ingin menjalani hidupku sesuai dengan
syariat islam seutuhnya. Aku sudah mencoba,, namun tetap saja belum 100% .
walaupun aku bersekolah di Madrasah Aliyah tapi tetap harus bertemu dengan
siswa putra yang mengharuskanku berinteraksi dengan mereka meski masih sangat
dalam batas kewajaran ,,,,
Belumku ceritakan sebelumnya
,,semenjak tercatat menjadi siswi kelas X di Madrasah Aliyah Negeri ini aku
memang sudah aktif di organisasi .OSIS dan PRAMUKA. Tapi tidak akan ku
ceritakan secara detail karena memang menurutku itu suatu hal terburuk dalam
hidupku.
1
niat ku ketika itu,, menjadikan sekolahku bisa lebih maju lagi dalam bidang non
akademik, karena otakku tak mampu memecahkan berjuta turunan rumus fisika
maupun menghitung hal yang tak seharusnya ku lakukan .MENGHITUNG GRAVITASI ,
MENGHITUNG PERCEPATAN dan apalah itu. Aku tidak mengerti semua . walaupun aku
terdaftar siswi di kelas XI IPA 1 . kelas unggulan. Tapi tetap “trigonometri is
my enemy”.
No
problem,,,,!!!!
Sekedar
mengingat ,,, sekitar 3 bulan yang lalu
Ketika itu aku masih kelas X . akan ada
seleksi paskib kabupaten ,,,
Hemmm,,, sesuai dengan misiku, ”MENJADIKAN
SEKOLAH LEBIH MAJU DI BIDANG NON
AKADEMIK” Aku mengikutinya karena aku tahu badanku sesuai dengan syarat yang
sudah tertera di surat .
Madrasah Aliyahku adalah sekolah satu satunya Madrasah yang aktif bergabung
dengan berbagai kegiatan di SMA umum.Jadi jangan heran hanya kami yang memakai
jilbab.
Bersama
10 perwakilan lain aku menuju Gedung Olahraga kabupaten ,,
Awalnya aku berharap untuk lolos di seleksi
paskib tersebut ,, aku optimis .
Tapi takdir
berkata lain , aku tidak lolos. Bahkan di seleksi pertama. Sedikit kaget. Aku bersyukur
ada 3 orang perwakilan dari sekolahku yang lolos. Aku memiliki prinsip yang
sama dengan kakak kelasku yang merupakan paskib kabupaten tahun 2008 .Sekedar
mengabadikan , namanya “Rizka Elliyin” dia adalah panutanku.
“MEMAJUKAN SEKOLAH HINGGA BISA BERSAING
DENGAN SMA DI KABUPATENKU DI BIDANG NON
AKADEMIK” Karena di bidang akademik Madrasah aliyahku telah mampu bersaing
sampai tingkat nasional.
Sehari, 2 hari
,seminggu aku menyesalkan mengapa aku bisa tidak lolos. Akhirnya aku mengerti
bahwa allah menyayangiku , ia tidak ingin aku melepas jilbabku. Satu pelajaran
berharga dalam hidupku.Menambah keimanan dalam hatiku .
**JANGAN
SURUH AKU LEPAS JILBABKU ya allah**
Tidak ada komentar:
Posting Komentar