Jumat, 16 November 2012

Seputar Binokuler Abal-Abal




Hampir setiap penikmat langit malam sepakat bahwa instrumen astronomi itu bukan barang murah. Namun jangan kecil hati, bagi Anda yang cinta astronomi tapi bokek—seperti saya—kali ini saya akan berbagi pengalaman sekaligus menawarkan alternatif bagi para penikmat langit malam khususnya yang masih muda, bokek dan pemula: binokuler abal-abal :D
Pepatah “harga tak pernah
bohong” memang berlaku. Saya sangat menyadari hal tersebut. Binokuler yang bagus untuk observasi langit malam paling murah dijual seharga 1 jutaan sampai puluhan juta. Tentu hal itu membuat dada kita sesak. Nah bagi kita yang mengalami krisis finansial, tak ada salahnya kita membeli binokuler abal-abal, atau istilah kerennya binokuler replika.
Dibawah ini adalah profil dan tips dalam membeli binokuler replika, namun ada baiknya saya menjelaskan terlebih dahulu beberapa persoalan mendasar mengenai binokuler:
*Secara umum, binokuler memiliki cara kerja yang mirip dengan teleskop. Perbedaan antara keduanya terletak pada power (zoom) dan penggunaannya. Teleskop punya zoom bisa lebih dari 200X sedangkan power binokuler astronomi hanya 10 sampai 30X. Dari sisi penggunaan, teleskop diperuntukkan bagi yang ingin serius dalam dunia astronomi, sementara binokuler lebih sesuai bagi mereka yang sekedar ingin menikmati langit malam. Meski begitu, banyak astronom tetap menggunakan binokuler. Para astronom Jepang yang menemukan komet kebanyakan menggunakan binokuler.
*untuk astronomi, pemakaian binokuler akan efektif jika kondisi langit malam cukup ideal. Kita dapat melihat cluster, nebula, dan galaksi meski terlihat redup. Tetapi jika terdapat polusi cahaya yang cukup parah maka penggunaan binokuler menjadi tidak efektif.
PROFIL DAN TIPS MEMBELI BINOKULER REPLIKA (ABAL-ABAL)
Bino replika ini biasanya made in China. Merknya Tasco, Sakura, Panda, Diamond, sebagian tak pakai merk, sebagian lagi membajak merk-merk terkenal. Rentang harganya mulai dari 50 ribu sampai sekitar 400 ribu rupiah tergantung diameter dan kualitas lensanya.
PENAMPILAN/CASING
Casing bino replika umumnya agak rapuh karena menggunakan material berkualitas rendah sehingga kita sebaiknya bersikap ‘lembut’ ketika merawat dan memakainya. Binokuler replika banyak dijumpai dengan casing berwarna hijau loreng ala tentara, ada yang berwarna hitam, dan ada juga warna lainnya. Biasanya, bentuk sebagian bino yang berwarna hitam meniru desain binokuler merk ternama. Mungkin itu sebabnya muncul sebutan binokuler replika.
LENSA
Umumnya bino replika dilengkapi lensa berkualitas rendah dengan coating warna merah, sebagian lagi dilengkapi lensa dengan coating warna biru, ungu, atau hijau. TIPS: hindari bino replika dengan coating lensa warna merah karena itu pertanda lensa kualitas paling rendah, citra yang dihasilkan pun sangat buruk. Pilihlah bino yang dilengkapi lensa warna biru, hijau, atau ungu; citra yang dihasilkan akan lebih baik, cukup jelas dan tajam.
POWER (ZOOM)
Urusan power bermacam-macam, mulai dari 8X, 10X, 15X, 20X dan mungkin lebih. TIPS: meski di kardus atau di casing-nya tertulis power 20X, ada baiknya kita cek terlebih dahulu kebenaran angka tersebut. Karena kebanyakan produk bino replika suka lebay. Tertulis power 20X padahal cuma 10X. Tetapi jika kondisi langit malam cukup ideal, power 10X sebenarnya sudah mencukupi untuk observasi langit malam.
PACKAGE
Bino replika biasanya dikemas dalam kardus layaknya binokuler beneran, beberapa kadang diberi label merk terkenal. Contohnya seperti bino punya saya (warna hitam, lihat gambar). Kardusnya bagus, desain binonya pun mirip dengan produk asli Bushnell (salah satu produsen binokuler ternama) namun dijual dengan harga kaki lima :D dan kadang disertakan juga petunjuk penggunaan, kain pembersih lensa (perhatian: bisa jadi kain tersebut tidak cocok untuk membersihkan lensa), strap/tali untuk menggantung bino, dan carrying-soft case alias tas kain untuk tempat menyimpan bino jika hendak dibawa pergi. 
TIPS: jika ingin membeli bino replika, hindari membeli via internet. Sebaiknya kita membeli langsung ke tokonya supaya bisa kita coba dan periksa kondisi bino yang akan kita beli. Saya pernah membeli bino seharga 80 ribu (warna hijau loreng, lihat gambar) lalu saya iseng coba bino lain yang harganya lebih mahal. Ternyata bino seharga 80 ribu menghasilkan citra yang lebih baik. Jadi jangan ragu mencoba terlebih dahulu, siapa tahu kita bisa dapat bino replika dengan harga lebih murah dan dengan performa yang lebih baik.
Epilog
Membeli binokuler yang bagus merupakan idaman setiap penikmat langit malam, tapi harga yang mahal seringkali memupuskan keinginan. Oleh sebab itu binokuler replika bisa menjadi pilihan. Tak perlu minder beli barang murahan, optik hanya alat bantu, yang terpenting adalah rasa cinta kepada astronomi sebagai bagian dari aktivitas meraih ilmu pengetahuan.
“Keep in mind that any binocular is better than none, ingatlah bahwa apapun binokulernya (meskipun murahan) itu lebih baik daripada sama sekali nggak pakai binokuler,” kata Gary Seronik, salah satu mbah nya binokuler. So, keep skygazing! 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar